PSPK – 17 April 2026 | Setelah perayaan Idul Fitri berakhir, kalender Hijriah membawa umat Islam memasuki bulan Dzulqa’dah 1447 H. Bulan kesebelas ini termasuk dalam empat Asyhurul Hurum (bulan haram) yang memiliki keutamaan khusus. Memanfaatkan kesempatan ini dengan puasa sunnah menjadi cara cerdas untuk menstabilkan iman menjelang Idul Adha.
Penetapan 1 Dzulqa’dah 1447 H di Indonesia
| Kalender | 1 Dzulqa’dah 1447 H |
|---|---|
| Kemenag RI | Minggu, 19 April 2026 |
| Kem. Muhammadiyah (KHGT) | Sabtu, 18 April 2026 |
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh (Hari Putih)
- Versi Kemenag
- 13 Dzulqa’dah: Jumat, 1 Mei 2026
- 14 Dzulqa’dah: Sabtu, 2 Mei 2026
- 15 Dzulqa’dah: Minggu, 3 Mei 2026 (bisa digabung dengan puasa Senin)
- Versi Muhammadiyah
- 13 Dzulqa’dah: Kamis, 30 April 2026 (bisa digabung dengan puasa Kamis)
- 14 Dzulqa’dah: Jumat, 1 Mei 2026
- 15 Dzulqa’dah: Sabtu, 2 Mei 2026
Jadwal Puasa Senin dan Kamis
- Bulan April 2026
- Senin, 20 April 2026
- Kamis, 23 April 2026
- Senin, 27 April 2026
- Kamis, 30 April 2026 (bertepatan dengan Ayyamul Bidh versi Muhammadiyah)
- Bulan Mei 2026
- Senin, 4 Mei 2026 (bertepatan dengan Ayyamul Bidh versi Kemenag)
- Kamis, 7 Mei 2026
- Senin, 11 Mei 2026
- Kamis, 14 Mei 2026
- Senin, 18 Mei 2026
Jika puasa Senin atau Kamis bertepatan dengan hari Ayyamul Bidh, niat ganda dapat dilakukan sehingga pahala menjadi berlipat ganda.
Keutamaan beribadah di bulan Dzulqa’dah
- Karena statusnya sebagai bulan haram, setiap amal saleh—puasa, sedekah, zikir—mendapatkan pahala yang lebih besar dibandingkan bulan biasa.
- Bulan ini merupakan fase persiapan menjelang Haji, sehingga puasa berfungsi sebagai “warming up” spiritual dan fisik bagi umat yang akan melaksanakan ibadah kurban.
- Puasa membantu menahan diri dari hawa nafsu, menjaga lisan, dan memperkuat hati, sehingga siap menyambut Idul Adha dengan hati yang bersih.
Dengan mengikuti jadwal di atas, umat dapat memanfaatkan bulan Dzulqa’dah secara optimal untuk meningkatkan kualitas keimanan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.












