PSPK – 23 April 2026 | Pada hari Kamis, 23 April 2026 yang bertepatan dengan 5 Dzulqa’dah 1447 H, umat Islam memiliki kesempatan istimewa untuk melaksanakan puasa sunnah. Menggabungkan hari Kamis dengan bulan Dzulqa’dah, yang termasuk dalam empat bulan suci, menjadikan ibadah ini memiliki nilai pahala yang berlipat ganda.
Niat Puasa Kamis di Bulan Dzulqa’dah
Para ulama menekankan pentingnya niat sebagai inti setiap ibadah. Niat puasa sunnah dapat diucapkan pada malam sebelum sahur atau sebelum terbitnya matahari pada hari puasa. Berikut contoh bacaan niat yang umum dipakai:
Arabic: نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الخَمِيْسِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma yaumil khamîsi sunnatan lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah hari Kamis karena Allah Ta’ala.”
Tata Cara Pelaksanaan Puasa Kamis di Dzulqa’dah
- Membaca Niat: Lakukan pada waktu sahur atau sebelum terbitnya matahari, agar niat sudah terpatri dalam hati.
- Sahur: Disarankan meski hanya dengan segelas air, karena sahur membawa berkah dan membedakan puasa Muslim dengan puasa Ahli Kitab.
- Menahan Diri (Imsak): Dari terbit fajar hingga terbenam matahari, hindari makan, minum, serta perbuatan yang membatalkan puasa.
- Perbanyak Amal Ibadah: Manfaatkan waktu siang untuk membaca Al‑Qur’an, berdoa, bersedekah, dan melantunkan shalawat. Pahala pada bulan suci ini dilipatgandakan.
- Berbuka dengan Segera: Saat azan Magrib berkumandang, segeralah berbuka, sebaiknya dengan kurma atau makanan manis. Doa berbuka yang dianjurkan: “اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ”.
Keutamaan Puasa Kamis di Bulan Dzulqa’dah
- Pahala Dilipatgandakan: Puasa pada bulan suci memiliki nilai pahala yang lebih besar dibandingkan puasa di bulan biasa.
- Puasa Utama Setelah Ramadhan: Di antara semua puasa sunnah, puasa pada bulan suci dianggap paling utama setelah puasa wajib Ramadhan.
- Meneladani Kebiasaan Nabi: Hari Kamis disebutkan dalam hadits sebagai hari dimana amalan diangkat ke hadapan Allah. Nabi Muhammad SAW rutin berpuasa pada hari tersebut.
- Jejak Umrah Nabi: Bulan Dzulqa’dah memiliki keistimewaan karena Nabi melaksanakan umrah di bulan ini, sehingga puasa di bulan ini menambah nilai spiritual.
Dengan melaksanakan puasa pada kesempatan ini, diharapkan setiap Muslim dapat meningkatkan kualitas ibadah, memperoleh pahala berlipat, serta meneladani sunnah Nabi Muhammad SAW. Selamat menunaikan puasa, semoga Allah menerima semua amal kita.












