PSPK – 09 April 2026 | Harga minyak mentah global mengalami penurunan signifikan pada Rabu, di mana harga Brent turun menjadi $93,49 per barel dan WTI mencapai $94,05 per barel. Penurunan ini menandai pertama kalinya harga Brent berada di bawah $100 sejak beberapa bulan terakhir.
Penurunan tersebut dipicu oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mengumumkan persetujuan gencatan senjata dua minggu dengan Iran. Kesepakatan itu mengharuskan pembukaan kembali Selat Hormuz secara aman dan segera, mengingat sekitar 20% pasokan minyak dunia melintasi selat sempit tersebut.
Iran melalui Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi menyatakan akan menghentikan serangan jika pihaknya tidak lagi menjadi target, dan berjanji menjaga transit aman melalui Selat Hormuz selama periode dua minggu tersebut.
- Brent: $93,49/barel (turun $15,78 atau 14,4%)
- WTI: $94,05/barel (turun $18,90 atau 16,7%)
- Solar Eropa: $1.216,75/ton metrik (turun $311 atau 20,4%)
Para analis memperkirakan bahwa sekitar 10–13 juta barel minyak mentah dan produk olahan yang sebelumnya terhambat di Selat Hormuz dapat perlahan kembali mengalir ke pasar, tergantung pada koordinasi militer Iran.
Meski ada harapan, beberapa pakar memperingatkan bahwa risiko geopolitik di wilayah tersebut masih tinggi. Analis dari MST Marquee menilai bahwa bahkan dengan gencatan senjata, Iran dapat kembali menguji kontrol atas Selat Hormuz di masa depan, yang akan menambah premi risiko pada harga minyak.
Catatan dari Commonwealth Bank menunjukkan masih terdapat ruang bagi peningkatan premi geopolitik, tergantung pada detail perjanjian yang dihasilkan. Sementara itu, proposal damai sepuluh poin yang disebutkan Trump menjadi dasar awal negosiasi, namun masih banyak “jika” yang harus diselesaikan sebelum tercapai perdamaian permanen.












