PSPK – 21 April 2026 | Pada Senin (20/4/2026) siang, kebakaran kantor Kemendagri Jaksel melanda Gedung D Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa dan Direktorat Jenderal Kependudukan serta Pencatatan Sipil di Jalan Raya Pasar Minggu. Kejadian ini menimbulkan kepanikan warga sekitar, namun beruntung tidak ada korban jiwa. Satu orang mengalami sesak napas akibat asap, namun kondisi sudah stabil.
Kronologi Kebakaran
Menurut Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Selatan, Asril Rizal, laporan kebakaran diterima pukul 13.38 WIB. Tim pemadam mulai beroperasi pada pukul 13.47 WIB. Api pertama kali terdeteksi pada lantai dasar luar gedung, tepatnya di area penumpukan barang-barang tak terpakai. Pada pukul 13.45 WIB, api sudah meluas ke lantai 1 hingga lantai 4, memaksa dikerahkan 75 personel dan 18 unit kendaraan pemadam kebakaran.
Petugas melaporkan bahwa sumber air berada dekat lokasi, sehingga tidak ada kendala dalam pemadaman. Pada pukul 15.00 WIB, api berhasil dipadamkan sepenuhnya dan proses pendinginan pun dimulai.
Penyebab Sementara dan Investigasi
Asril Rizal menyatakan bahwa penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Informasi awal menunjukkan api berasal dari area penumpukan barang bekas yang berada di luar gedung. Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Benny Irwan, menambahkan bahwa seorang pegawai pertama kali melihat asap dari dalam gudang di lantai dasar, lalu melaporkan kejadian kepada pemadam.
Tim Gulkarmat bersama kepolisian akan terus menelusuri titik awal kebakaran, termasuk kemungkinan faktor listrik atau kelalaian dalam penataan barang. Hingga kini, belum ada temuan definitif mengenai penyebab kebakaran.
Dampak pada Dokumen dan Properti
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, menegaskan bahwa tidak ada dokumen strategis yang terdampak karena seluruh arsip penting disimpan di gedung lain. Sekretaris Ditjen Bina Pemdes, Murtono, mengonfirmasi bahwa beberapa arsip administratif di ruang kerja Gedung D memang terbakar, namun dokumen utama tetap aman.
Selain gedung, tiga rumah warga di belakang gedung juga ikut terbakar. Salah satunya milik Sahri (42), yang melaporkan bau seperti ban terbakar sebelum api menjalar ke atap rumahnya. Meskipun kerusakan tidak terlalu parah, tiga ekor burung peliharaan tewas dalam kebakaran.
Respons Tim Gulkarmat
Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan mengerahkan 75 personel dan 18 unit mobil pemadam kebakaran. Penanganan berlangsung cepat berkat kedekatan sumber air dan koordinasi yang baik antara pemadam, kepolisian, serta pihak Kemendagri. Asril Rizal menegaskan komitmen tim untuk terus memantau kondisi hingga api benar‑benar padam dan melakukan pendinginan secara menyeluruh.
Reaksi Pejabat dan Upaya Pencegahan
Pejabat Kemendagri menekankan pentingnya evaluasi kembali penataan barang di area gudang. Murtono meminta agar Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa meninjau prosedur penyimpanan barang bekas agar tidak menimbulkan risiko serupa di masa depan. Selain itu, Gulkarmat berencana meningkatkan patroli rutin dan penyuluhan mengenai bahaya penumpukan barang yang tidak terpakai.
Untuk mengantisipasi dampak lebih lanjut, tim keamanan gedung meningkatkan pengawasan CCTV dan menambah titik pemantauan suhu pada area yang rawan kebakaran.
Kebakaran kantor Kemendagri Jaksel menjadi pengingat akan pentingnya manajemen risiko kebakaran di lingkungan perkantoran, terutama yang menyimpan barang-barang tidak terpakai. Dengan koordinasi lintas lembaga yang cepat, dampak yang lebih luas berhasil dihindari.
Secara keseluruhan, tidak ada korban jiwa, dokumen strategis tetap aman, dan upaya penanggulangan serta pencegahan kini menjadi fokus utama pemerintah daerah dan kementerian terkait.












