PSPK – 18 April 2026 | Gencatan senjata selama sepuluh hari antara Israel dan Lebanon resmi dimulai pada tengah malam Jumat, menyusul pengumuman yang dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Suara tembakan perayaan terdengar di berbagai sudut Beirut, menandakan kegembiraan warga atas penghentian permusuhan yang telah berlangsung sejak awal Maret.
Pengumuman tersebut mencakup semua pihak yang terlibat, termasuk kelompok Hizbullah yang didukung Iran. Trump menambahkan harapannya agar Hizbullah menghormati kesepakatan, menekankan pentingnya mengakhiri pembunuhan dan menciptakan suasana damai.
Di lapangan, masyarakat Lebanon menyalakan kembang api dan menembakkan senjata ke udara sebagai tradisi perayaan. Keluarga pengungsi yang sempat mengungsi ke selatan Lebanon serta pinggiran Beirut perlahan kembali, meskipun pejabat mengingatkan agar tidak kembali ke rumah sebelum kepastian gencatan senjata terjamin.
Militer Lebanon melaporkan bahwa Israel telah melakukan beberapa pelanggaran setelah gencatan senjata berlaku, termasuk tembakan sporadis ke desa‑desa di selatan Lebanon. Pihak Israel belum memberikan respons resmi terhadap tuduhan tersebut.
Hezbollah mengeluarkan pernyataan panjang yang menjelaskan operasi militer terakhir mereka pada pukul 23:50 waktu setempat, hanya sepuluh menit sebelum gencatan dimulai. Trump kemudian menulis di media sosialnya, “Saya harap Hizbullah bertindak dengan baik dan benar selama periode penting ini… Tidak ada lagi pembunuhan. Akhirnya harus ada KEDAMAAN!”
Pertempuran antara Israel dan Hizbullah telah berlangsung sejak 2 Maret, setelah kelompok Lebanon yang bersekutu dengan Iran bergabung dalam konflik untuk mendukung Tehran. Konflik ini memicu serangan Israel di wilayah Lebanon, menandai eskalasi pertama dalam 15 bulan terakhir.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan setuju dengan gencatan senjata sebagai langkah untuk memajukan proses perdamaian, namun menegaskan pasukannya tidak akan mundur dari zona keamanan di wilayah Lebanon. Sementara itu, Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam menyambut baik kesepakatan tersebut, menyebutnya sebagai tuntutan utama Lebanon sejak awal perang.
Selain Amerika Serikat, beberapa negara regional juga mengeluarkan pernyataan positif. Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan gencatan senjata merupakan bagian dari kesepakatan lebih luas dengan AS untuk menahan perang regional. Qatar, Yordania, dan Bahrain juga menyatakan dukungan mereka terhadap penghentian permusuhan.
- Trump mengundang pemimpin Israel dan Lebanon ke Gedung Putih untuk pembicaraan pertama sejak 1983.
- Pengungsi mulai kembali ke wilayah selatan, meski masih ada peringatan keamanan.
- Beberapa pelanggaran masih dilaporkan, menambah ketegangan pada fase awal gencatan.
Situasi masih dinamis, dan komunitas internasional terus memantau kepatuhan semua pihak terhadap kesepakatan. Jika berhasil, gencatan senjata ini dapat menjadi titik balik bagi stabilitas di Timur Tengah.










