PSPK – 02 April 2026 | Pada pagi hari Kamis, 2 April 2026, gempa bumi dengan magnitudo 7,6 mengguncang perairan antara Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Guncangan tercatat sekitar pukul 05.48 WIB (06.48 WITA) dengan pusat gempa berjarak kira-kira 129 kilometer dari kota Bitung, Sulawesi Utara.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa episenter berada di laut dengan kedalaman yang masih menunggu konfirmasi detail. Gempa terjadi pada zona pertemuan lempeng tektonik aktif, yang memang kerap menimbulkan aktivitas seismik di wilayah tersebut.
Getaran dirasakan di beberapa daerah di Sulawesi Utara, namun hingga kini belum ada laporan resmi mengenai kerusakan signifikan maupun korban jiwa. Pemerintah daerah dan otoritas terkait mengimbau warga untuk tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Setelah gempa, Pacific Tsunami Warning Center (PTWC) sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah Pasifik. Namun Philippine Institute of Volcanology and Seismology (Phivolcs) menegaskan tidak ada ancaman tsunami yang akan memengaruhi Filipina. Phivolcs juga mencatat gempa kecil magnitudo 3,5 di Cebu pada pukul 06.37 waktu setempat, tanpa menimbulkan dampak berarti.
Media internasional, termasuk Reuters dan Al Jazeera, menyoroti bahwa lokasi gempa berada di Ring of Fire, kawasan tektonik dengan aktivitas seismik tinggi. Meski begitu, hingga kini belum ada indikasi tsunami besar di daerah terdampak.
BMKG terus memantau situasi dan akan memberikan pembaruan secara berkala. Masyarakat di daerah pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara diimbau untuk mengikuti informasi resmi, menghindari penyebaran berita yang belum terverifikasi, serta siap sedia dengan prosedur evakuasi jika diperlukan.












