Project Seru Penuh Kejutan
Berita  

Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Lebong, Sumatera Selatan: Dampak, Lokasi, dan Tindakan BMKG

March 8, 2026 • 0 Views
Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Lebong, Sumatera Selatan: Dampak, Lokasi, dan Tindakan BMKG
Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Lebong, Sumatera Selatan: Dampak, Lokasi, dan Tindakan BMKG

PSPK – 08 Maret 2026 | Pada malam 7 Maret 2026, wilayah selatan Sumatera, tepatnya Kabupaten Lebong, Bengkulu, diguncang oleh gempa bumi dengan magnitudo 5,7. Gempa terjadi sekitar pukul 23:58:45 WIB dan tercatat pada kedalaman 47‑85 kilometer, tergantung pada data yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Kronologi dan Data Teknis

BMKG mengumumkan bahwa pusat gempa berada di koordinat 2,99° LS, 101,63° BT, kira‑kira 64 km barat Lebong (menurut laporan kumparanNEWS) atau 71 km tenggara Mukomuko (menurut Kompas). Kedalaman yang dilaporkan beragam: 47 km dalam rilis kumparan dan Katadata, serta 85 km dalam analisis Kompas. Kedalaman ini menandakan gempa berasal dari zona subduksi lempeng Indo‑Australia yang menukik di bawah lempeng Sunda.

Parameter Nilai
Magnitudo 5,7 M
Waktu 07 Mar 2026 23:58:45 WIB
Kedalaman 47 km – 85 km
Koordinat Epicenter 2,99 LS, 101,63 BT
Pusat gempa Barat Lebong / Tenggara Mukomuko

Intensitas yang Dirasakan (MMI)

Menurut pemantauan BMKG, getaran gempa dirasakan dengan skala Modified Mercalli Intensity (MMI) III‑IV di sejumlah kabupaten. Daftar intensitas utama adalah:

  • Kepahiang – III (guncangan ringan, terasa seperti truk berat melintas)
  • Argamakmur – IV (guncangan kuat, banyak orang merasakan di dalam rumah)
  • Bengkulu – III
  • Mukomuko – IV
  • Silaut – IV
  • Rejang Lebong – II (hanya sebagian kecil yang merasakan)

Skala III menandakan gempa terasa oleh sebagian orang tanpa menimbulkan kerusakan signifikan, sedangkan skala IV dapat mengakibatkan benda ringan bergetar atau pecah kaca kecil.

Analisis Tektonik dan Potensi Tsunami

Para ahli BMKG menegaskan bahwa gempa ini merupakan hasil aktivitas subduksi lempeng Indo‑Australia di bawah Sumatera. Mekanisme pergerakan bersifat oblique‑thrust (geser naik), yang biasanya tidak menghasilkan tsunami besar. Baik BMKG maupun DetikNews menyatakan gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami, dan model pemantauan hingga pukul 00:25 WIB tidak menemukan gempa susulan.

Tindakan dan Imbauan BMKG

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, menghindari bangunan yang retak atau rusak, serta memeriksa kondisi rumah sebelum kembali menempati. Masyarakat diminta menyalurkan informasi hanya melalui kanal resmi BMKG (https://bmkg.go.id) untuk menghindari hoaks. Selain itu, pihak berwenang terus memantau aktivitas seismik di wilayah Indonesia, yang dalam seminggu terakhir mencatat 21 kejadian gempa dengan variasi magnitudo dan kedalaman.

Secara keseluruhan, gempa magnitudo 5,7 pada 7 Maret 2026 memberikan pengalaman guncangan yang terasa di banyak daerah di sekitar Lebong, namun belum menimbulkan kerusakan signifikan atau ancaman tsunami. Penelitian lanjutan terhadap mekanisme subduksi dan pemantauan seismik akan membantu memperkuat kesiapsiagaan daerah rawan gempa di Sumatera Selatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *