PSPK – 11 Maret 2026 | Pasar saham di Asia melanjutkan tren naik pada Rabu, 11 Maret, setelah beberapa hari sebelumnya dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Indeks utama di Tokyo dan Seoul mencatat kenaikan paling signifikan, sementara Hong Kong, Sydney, Wellington, Taipei, Manila, dan Jakarta juga menguat. Shanghai dan Singapura mengalami penurunan tipis.
Di sisi energi, harga minyak mentah kembali menurun dan stabil setelah International Energy Agency (IEA) mengumumkan rencana pelepasan cadangan strategis dalam jumlah besar. Rencana tersebut diperkirakan akan melebihi 182 juta barel, angka yang belum pernah dicapai sejak krisis energi 2022. Pelepasan cadangan diharapkan dapat menurunkan tekanan pada pasar setelah harga Brent dan West Texas Intermediate sempat mendekati US$120 per barel pada awal minggu.
Kenaikan harga awal pekan itu dipicu oleh serangan bersama Amerika Serikat dan Israel terhadap instalasi Iran, yang memicu balasan Teheran dan penutupan sementara Selat Hormuz—jalur pengiriman minyak penting. Kekhawatiran akan gangguan pasokan membuat kontrak minyak mentah utama melonjak, sementara harga gas juga mengalami lonjakan.
Pasar merespons kembali pada Selasa setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa konflik dengan Iran akan segera berakhir. Pada saat yang sama, kelompok G7 mengadakan pertemuan darurat untuk membahas penggunaan cadangan minyak strategis. Meskipun keputusan final masih ditunggu, prospek pelepasan cadangan meningkatkan sentimen pasar.
- Tokyo: kenaikan signifikan
- Seoul: kenaikan signifikan
- Hong Kong, Sydney, Wellington, Taipei, Manila, Jakarta: menguat
- Shanghai, Singapura: sedikit turun
Para analis memperingatkan bahwa stabilitas harga minyak masih bergantung pada keamanan Selat Hormuz. Selat ini tetap menjadi jalur pengiriman utama bagi hampir 20 persen produksi minyak dunia; gangguan lebih lanjut dapat memicu kembali lonjakan harga. Pihak berwenang AS menyatakan kesiapan militer untuk melindungi jalur pelayaran, sementara Iran menegaskan komitmennya untuk menahan ekspor minyak Teluk.
Secara keseluruhan, sentimen pasar saham Asia tetap positif meski risiko geopolitik masih tinggi. Investor tampaknya menunggu konfirmasi lebih lanjut tentang kebijakan cadangan minyak IEA dan perkembangan di kawasan Timur Tengah sebelum mengambil langkah besar selanjutnya.












