Project Seru Penuh Kejutan

Mata Uang Rupiah Masih Kerap Melemah saat IHSG Perpanjang Reli

April 15, 2026 • 0 Views
Mata Uang Rupiah Masih Kerap Melemah saat IHSG Perpanjang Reli
Mata Uang Rupiah Masih Kerap Melemah saat IHSG Perpanjang Reli

PSPK – 15 April 2026 | Rupiah masih berada di bawah tekanan pada sesi perdagangan terbaru, ditutup di sekitar Rp17.127 per dolar AS.

Meskipun indeks dolar AS global melemah sebesar 2,07% selama setahun, mata uang utama seperti euro dan pound sterling menguat signifikan pada bulan April.

Data terbaru menunjukkan bahwa pasangan USD/IDR berada di level Rp17.127. Rupiah menguat 0,1% secara harian, namun mengalami depresiasi 0,6% secara bulanan dan 1,9% secara tahunan.

  • Won Korea Selatan (USD/KRW): 1.472,5, turun 0,7% harian, depresiasi 1,3% bulanan, namun menguat 3,1% tahun lalu.
  • Yen Jepang (USD/JPY): 158,8, melemah 0,4% harian dan 0,2% bulanan, namun menguat 10,9% secara tahunan.
  • Yuan China (USD/CNY): 6,8, pergerakan harian hampir stagnan, depresiasi 0,9% bulanan dan 6,6% tahunan.

Rully Arya Wisnubroto, Head of Research & Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, menilai bahwa tekanan terhadap mata uang emerging markets masih belum mereda, dipengaruhi oleh aliran modal asing, fundamental domestik, dan persepsi risiko investor.

Sementara itu, pasar saham Indonesia menunjukkan tren naik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 2,3% ke level 7.676,0, dengan kenaikan 5,1% secara bulanan dan 16,4% secara tahunan.

Indeks MSCI Indonesia juga mencatat kenaikan 1,6% harian, 4,2% bulanan, dan 0,5% tahunan, menandakan aliran dana kembali ke pasar lokal.

Indeks Perubahan Harian Perubahan Bulanan Perubahan Tahunan
MSCI Emerging Markets (EM) +1,9% +4,5% +4,9%
Hang Seng (HK) +0,8% +0,8% +19,8%
KOSPI (KR) +3,6% +8,8% +14,9%
FTSE (UK) ±0,0% +3,1% +28,3%
Dow Jones (USA) +0,7% +3,6% +19,0%
Nasdaq (USA) +2,0% +4,9% +37,7%

Penguatan indeks global mencerminkan sentimen risk‑on yang masih dominan, namun volatilitas tetap perlu diawasi, terutama terkait faktor geopolitik dan kebijakan moneter dunia.

Analisis menyebutkan bahwa kenaikan IHSG didorong oleh saham spekulatif seperti BRPT, BREN, TPIA, dan DSSA, sementara saham-saham besar berkapitalisasi seperti BBCA dan BBRI juga menunjukkan kenaikan.

Investor asing mulai kembali masuk dengan aksi beli bersih secara bertahap, namun reli pasar saham masih dianggap rapuh jika tekanan pada rupiah tidak segera melonggar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *