PSPK – 08 Maret 2026 | Keingintahuan manusia tentang kapan kiamat akan terjadi telah melintasi generasi, budaya, dan batas geografis. Dalam Al‑Qur’an, Allah menegaskan bahwa pengetahuan tentang Hari Kiamat hanya berada di sisi-Nya, namun Rasulullah SAW meninggalkan petunjuk‑petunjuk kecil yang dapat menjadi cahaya bagi umat yang ingin memahami kondisi zaman sekarang.
Kehilangan Pedoman Moral dan Indifansi Terhadap Halal‑Haram
Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah menyebutkan bahwa akan datang masa ketika seseorang tidak lagi memperhatikan asal usul harta, baik itu halal maupun haram. Di era digital, transaksi mudah dan anonim membuat batas antara yang halal dan haram menjadi kabur. Media sosial menampilkan pameran kekayaan tanpa menanyakan sumbernya, sementara praktik riba, suap, dan manipulasi bisnis sering dianggap wajar karena menguntungkan secara materi.
Zina Publik dan Meredupnya Rasa Malu
Rasulullah memperingatkan bahwa pada akhir zaman, bahkan perbuatan zina yang terjadi di jalanan akan dianggap “baik” bila dilakukan secara tersembunyi. Kehilangan rasa malu mengakibatkan perilaku seksual bebas menjadi hal yang nampak biasa, baik di dunia nyata maupun dalam konten daring yang mudah diakses. Fenomena ini mencerminkan peringatan Nabi tentang runtuhnya akhlak kolektif.
Pasar Berdekatan dan Pencakar Langit
Dalam sabda Nabi, disebutkan bahwa pasar‑pasar akan berdekatan dan manusia akan berlomba meninggikan bangunan. Pada masa kini, pasar tradisional telah bertransformasi menjadi platform e‑commerce yang dapat dijangkau dengan satu klik, menciptakan konsumerisme berlebihan. Sementara itu, skyline kota‑kota besar dipenuhi gedung pencakar langit sebagai simbol ambisi manusia untuk meninggalkan jejak abadi, meski hanya Allah yang kekal.
Wanita Berpakaian Telanjang Secara Simbolis
Rasulullah juga menyinggung wanita yang berpakaian namun tetap telanjang, yang kini terwujud dalam tren fashion yang menampakkan aurat dengan dalih kebebasan berekspresi. Padahal, ajaran Islam menekankan kehormatan dan kesopanan sebagai bagian integral dari keimanan.
Ilmu Dicabut dan Kepemimpinan Bodoh
Rasul menegaskan bahwa pada akhir zaman ilmu akan dicabut ketika para ulama sejati meninggal, dan orang bodoh akan naik menjadi pemimpin agama. Di era media sosial, siapa saja dapat mengklaim dirinya sebagai “ustad” tanpa bekal ilmu yang memadai, menghasilkan konten keagamaan yang dangkal namun mudah menyebar.
Waktu yang Melaju Seperti Kilat
Hadits lain menyebutkan bahwa setahun akan terasa seperti sebulan, sebulan seperti sepekan, dan seterusnya. Secara metaforis, percepatan waktu mencerminkan hilangnya keberkahan; hari‑hari dipenuhi aktivitas yang tidak produktif, seperti scrolling tanpa tujuan.
Harapan: Al‑Mahdi, Dajjal, dan Turunnya Nabi Isa
Di tengah gambaran suram, terdapat secercah harapan melalui kedatangan Al‑Mahdi, pemimpin adil yang akan memulihkan keadilan sebelum munculnya Dajjal, fitnah terbesar yang menipu banyak orang. Nabi Isa AS akan turun, mengalahkan Dajjal, dan memerintah dengan syariat Islam. Setelah itu, Yaʽjuj dan Maʽjuj akan muncul sebagai ujian terakhir sebelum kiamat yang sesungguhnya.
Kesadaran akan tanda‑tanda ini seharusnya memotivasi umat untuk memperbaiki diri, meningkatkan ketakwaan, dan menyiapkan bekal spiritual, bukan menumbuhkan ketakutan berlebihan. Dengan mengingat bahwa dunia ini sementara, setiap detik dapat dimanfaatkan untuk amal baik yang abadi.












