PSPK – 25 Maret 2026 | Bulan Syawal menjadi momentum penting bagi umat Islam setelah menunaikan puasa Ramadan. Selain merayakan hari kemenangan Idul Fitri, banyak yang menantikan pelaksanaan puasa sunnah enam hari yang dianjurkan pada bulan Syawal. Berikut rangkuman jadwal resmi serta tata cara melaksanakan puasa Syawal pada tahun 2026.
Jadwal Bulan Syawal Tahun 2026
Sementara itu, kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang dikeluarkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah menempatkan 1 Syawal satu hari lebih awal, yaitu pada 20 Maret 2026. Akhir bulan Syawal menurut Muhammadiyah jatuh pada 17 April 2026. Berikut perbandingan singkatnya:
| Instansi | Awal Syawal | Akhir Syawal |
|---|---|---|
| Pemerintah (Kemenag) | 21 Maret 2026 | 18 April 2026 |
| MH (KHGT) | 20 Maret 2026 | 17 April 2026 |
Tata Cara Melaksanakan Puasa Syawal
Niat puasa Syawal dapat diucapkan dalam hati sejak malam sebelum hari puasa atau sebelum terbit fajar. Tidak seperti puasa wajib, niat puasa sunnah boleh diucapkan pada pagi atau siang hari asalkan belum makan, minum, atau melakukan hal yang membatalkan puasa sejak subuh.
Puasa enam hari ini tidak boleh dilakukan pada 1 Syawal karena hari tersebut merupakan Idul Fitri yang dilarang untuk berpuasa. Pelaksanaan dapat dilakukan secara berurutan mulai dari 2 Syawal, yang dianggap cara paling utama karena mempercepat pahala. Namun, fleksibilitas tetap diizinkan; keenam hari tersebut dapat disebar‑sebar atau berselang‑selang sepanjang bulan Syawal, asalkan selesai sebelum akhir bulan.
Para ulama juga menyarankan agar yang masih memiliki puasa Ramadan yang belum sempat diganti (qadha) menunaikannya terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan puasa sunnah Syawal untuk mendapatkan keutamaan maksimal.
Keutamaan Puasa Syawal
- Setara dengan puasa satu tahun penuh, berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan bahwa puasa Ramadan ditambah enam hari Syawal mendapat pahala seperti puasa setahun penuh.
- Menutup kekurangan pahala yang mungkin belum terpenuhi selama Ramadan, serupa dengan peran shalat rawatib yang menutup kekurangan shalat fardhu.
- Menunjukkan bahwa amal ibadah diterima Allah, sehingga umat termotivasi melanjutkan kebaikan setelah Ramadan berakhir.
- Sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat dan ampunan yang diberikan selama Ramadan, memperkuat kesadaran spiritual.
Dengan memperhatikan jadwal resmi dan mengikuti tata cara yang tepat, umat dapat memaksimalkan manfaat puasa Syawal tahun 2026 baik dari segi ibadah maupun pahala.
Penulisan artikel ini disusun dengan bantuan AI. Sumber referensi: Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 (Kemenag RI) dan Kalender Hijriah Global Tunggal Muhammadiyah.












