PSPK – 25 Maret 2026 | Pemerintah Indonesia akan kembali membuka proses seleksi bagi SMA/MA di seluruh nusantara untuk menjadi bagian dari program SMA Unggul Garuda Transformasi tahun 2026. Pengumuman tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi program pada 24 Maret 2026.
Program ini memberikan pembinaan khusus kepada sekolah yang terpilih, meliputi:
- Pembimbingan siswa untuk persiapan masuk perguruan tinggi ternama dunia.
- Pelatihan guru dan tenaga kependidikan dalam mendampingi siswa menuju jenjang internasional.
- Penguatan manajemen sekolah agar memenuhi standar pendidikan unggul.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, menegaskan bahwa status kepemilikan, kurikulum, dan status guru tidak akan diubah. Program ini hanya memberikan pendampingan manajerial dan akademik.
Berbeda dengan SMA Unggul Garuda Baru yang merupakan pembangunan sekolah baru secara total, SMA Unggul Garuda Transformasi fokus pada penguatan sekolah yang sudah ada. Diperkirakan akan ada 20 sekolah baru yang dibangun di seluruh Indonesia, sedangkan program Transformasi telah menyeleksi 12 sekolah untuk periode pertama.
Berikut daftar 12 SMA Unggul Garuda Transformasi yang telah terpilih:
- SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh (Aceh)
- SMA Unggul DEL (Sumatra Utara)
- MAN Insan Cendekia Ogan Komering Ilir (Sumatra Selatan)
- SMAN M.H Thamrin (DKI Jakarta)
- SMA Cahaya Rancamaya (Jawa Barat)
- SMA Pradita Dirgantara (Jawa Tengah)
- SMA Taruna Nusantara (Jawa Tengah)
- SMN 10 Samarinda (Kalimantan Timur)
- MAN Insan Cendekia (Gorontalo)
- SMAN Banua Kalsel (Kalimantan Selatan)
- SMAN Siwalima Ambaon (Maluku)
- SMA Averos (Papua Barat Daya)
Selain itu, kurikulum yang diterapkan menggabungkan kurikulum nasional dengan International Baccalaureate (IB) untuk meningkatkan peluang siswa masuk universitas top dunia, sekaligus mempertahankan muatan lokal dan nilai-nilai kebangsaan. Fasilitas pendukung meliputi laboratorium STEM, ruang kelas digital, perpustakaan virtual, dan asrama belajar.
Dengan langkah ini, pemerintah berharap dapat mencetak generasi muda yang siap bersaing di kancah global tanpa mengubah status atau identitas sekolah yang bersangkutan.










