Project Seru Penuh Kejutan
Berita  

Keresahan Netizen Lihat Acara Youtube Marapthon, Takut Ditiru ABG Karena Normalisasi Kehidupan Malam

March 29, 2026 • 0 Views
Keresahan Netizen Lihat Acara Youtube Marapthon, Takut Ditiru ABG Karena Normalisasi Kehidupan Malam
Keresahan Netizen Lihat Acara Youtube Marapthon, Takut Ditiru ABG Karena Normalisasi Kehidupan Malam

PSPK – 29 Maret 2026 | Acara live streaming marathon yang dikenal dengan nama Marapthon kembali menjadi sorotan warganet setelah dipublikasikan di platform Youtube. Musim terbarunya, yang diberi judul The Last Tale, menampilkan kehidupan grup AAA Clan selama seratus hari secara nonstop. Program ini diprakarsai oleh Reza Arap Oktovian bersama rekannya Tierison, Yukatheo, Cynthia, dan Garry Ang, serta melibatkan anggota tambahan seperti Niko Junius, Aloy, Bravy, Ibot, dan Tepe.

Selama siaran, para host mengadakan beragam aktivitas yang kerap bersifat spontan dan mengundang tawa, mulai dari prank bangun tidur dengan suara barongsai hingga pertunjukan wushu. Beberapa bintang tamu seperti Erika Carlina, Rachel Vennya, dan Fuji An juga hadir untuk menambah kehebohan pada hari ke‑46.

Namun, yang menarik perhatian publik bukan sekadar konten hiburan, melainkan adegan-adegan yang menampilkan suasana pesta malam di dalam sebuah apartemen. Lampu redup, musik elektronik, serta perlengkapan DJ menciptakan nuansa klub malam. Di antara para influencer, terlihat konsumsi rokok, makanan ringan, serta minuman dalam gelas yang diduga beralkohol, lengkap dengan aksi bersulang.

Penayangan tersebut menimbulkan keprihatinan di kalangan netizen yang menilai bahwa acara ini secara tidak langsung menormalkan gaya hidup malam bagi penonton berusia remaja hingga dewasa muda. Salah satu pengguna media sosial menulis bahwa kualitas hiburan mencerminkan kualitas penikmatnya, dan menyoroti bahaya bila perilaku seperti ini dianggap wajar dan dipublikasikan tanpa kritik.

Beberapa komentar lain menegaskan kekhawatiran bahwa penonton muda dapat meniru kebiasaan mengonsumsi alkohol, merokok, dan mengadopsi standar bersosialisasi yang tidak sehat. Mereka meminta adanya regulasi atau setidaknya peringatan yang lebih tegas dari pembuat konten.

Marapthon sebenarnya mengadaptasi konsep marathon streaming yang pertama kali dipopulerkan oleh YouTuber asal Amerika Serikat, Ludwig Ahgren, yang melakukan subathon selama tiga puluh satu hari. Konsep serupa kemudian diadopsi oleh kreator lain, termasuk Kai Cenat yang berhasil menarik satu juta subscriber baru dalam satu acara marathon.

Walaupun format ini menarik bagi penonton yang menyukai konten tanpa jeda, kritik tetap muncul terkait dampak sosialnya, terutama bila target audiensnya masih dalam rentang usia sensitif. Pengawasan konten dan edukasi digital menjadi hal penting untuk mencegah peniruan perilaku yang kurang sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *