PSPK – 01 Juni 2026 | Jakarta, 1 Juni 2026 – PT Timah (Persero) Tbk melaksanakan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila secara serentak pada Senin (16/20/26) di seluruh wilayah operasionalnya, termasuk anak perusahaan. Kegiatan yang dipimpin oleh jajaran eksekutif perusahaan bertujuan menegaskan kembali komitmen penerapan nilai‑nilai Pancasila dalam aktivitas bisnis, lingkungan kerja, serta kontribusi sosial perusahaan.
Acara dimulai pada pukul 08.00 WIB di kantor pusat PT Timah di Jakarta, kemudian dilanjutkan secara bersamaan di pangkalan tambang dan fasilitas produksi di Pangkalpinang, Belinyu, Sungailiat, Muntok, Toboali, Belitung, serta Kundur. Setiap lokasi menyiapkan protokol upacara yang meliputi pembacaan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D., serta penyampaian pesan khusus oleh direktur masing‑masing.
Direktur Operasi, Handy Geniardi, berperan sebagai pembina upacara di Pangkalpinang, memastikan seluruh karyawan memahami peran mereka dalam mengamalkan nilai kebangsaan. Di Belinyu, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, Fina Eliani, memimpin seremonial dengan menekankan pentingnya integritas keuangan yang selaras dengan sila ke‑empat Pancasila. Sementara itu, Direktur Produksi dan Komersial, Ilhamsyah Mahendra, memimpin upacara di Division Engineering Operation Excellent di kawasan perbengkelan Balai Karya, Sungailiat, menyoroti hubungan antara produktivitas industri dan keadilan sosial.
Di Area Kundur, Direktur Sumber Daya Manusia, Ratih Mayasari, menekankan pentingnya rasa hormat dan persatuan antar karyawan, sejalan dengan sila pertama Pancasila. Wakil Direktur Utama, Harry Budi Sidharta, memimpin upacara di kantor pusat Jakarta, menggarisbawahi peran strategis perusahaan dalam mewujudkan perdamaian dunia melalui nilai‑nilai kebangsaan.
Seluruh rangkaian upacara diiringi dengan pembacaan amanat Prof. Yudian Wahyudi yang mengangkat tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.” Dalam amanatnya, beliau menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai‑nilai dasar negara tetap hidup dalam setiap aspek kehidupan masyarakat Indonesia, termasuk sektor industri berat seperti pertambangan timah.
Upacara tersebut juga menjadi ajang edukasi bagi karyawan baru yang belum berpengalaman. Sebagai contoh, di Muntok, sesi tanya‑jawab interaktif diadakan setelah pembacaan amanat, memungkinkan pekerja lapangan menanyakan bagaimana sila‑sila Pancasila dapat diaplikasikan dalam prosedur keselamatan kerja. Hasilnya, para peserta melaporkan peningkatan rasa memiliki dan motivasi kerja, yang secara tidak langsung dapat menurunkan angka kecelakaan kerja di sektor tersebut.
Berikut adalah rangkuman lokasi dan penanggung jawab upacara:
| Lokasi | Penanggung Jawab |
|---|---|
| Pangkalpinang | Handy Geniardi (Direktur Operasi) |
| Belinyu | Fina Eliani (Direktur Keuangan & Manajemen Risiko) |
| Sungailiat | Ilhamsyah Mahendra (Direktur Produksi & Komersial) |
| Muntok | Tim Manajemen Operasional (Koordinator Lokasi) |
| Toboali | Tim Operasional Lapangan |
| Belitung | Tim Produksi |
| Kundur | Ratih Mayasari (Direktur SDM) |
| Jakarta | Harry Budi Sidharta (Wakil Direktur Utama) |
Secara lebih luas, peringatan ini menandai sinergi antara perusahaan BUMN dengan pemerintah dalam mempromosikan nilai‑nilai kebangsaan. Kementerian BUMN mencatat bahwa partisipasi aktif PT Timah mencerminkan kepatuhan pada program kebijakan nasional yang menekankan integritas, keadilan, dan keberlanjutan. Dampak jangka pendek meliputi peningkatan moral karyawan, sementara jangka menengah dapat terlihat pada penurunan tingkat turnover dan peningkatan produktivitas operasional.
Pengaruh positif tidak hanya dirasakan internal perusahaan. Masyarakat sekitar wilayah tambang melaporkan rasa bangga melihat perusahaan besar mengedepankan nilai kebangsaan, yang dapat memperkuat hubungan sosial‑ekonomi antara PT Timah dan komunitas lokal. Sebagai contoh, di Kundur, program CSR yang berfokus pada pendidikan nilai Pancasila di sekolah dasar diproyeksikan akan melibatkan lebih dari 2.000 siswa selama tahun ajaran 2026‑2027.
Berikut beberapa poin penting yang diidentifikasi sebagai dampak utama upacara:
- Peningkatan kesadaran nilai Pancasila di kalangan karyawan.
- Penguatan budaya keselamatan kerja berlandaskan sila ke‑ketiga.
- Perbaikan citra perusahaan di mata publik dan pemerintah.
- Potensi penurunan angka turnover hingga 5% dalam 12 bulan ke depan.
- Sinergi lebih kuat antara program CSR dan agenda nasional.
Selain itu, upacara serentak tersebut sejalan dengan agenda pemerintah untuk mengintegrasikan nilai‑nilai Pancasila dalam program pelatihan industri. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah merencanakan modul pelatihan yang akan diadopsi oleh perusahaan BUMN, termasuk PT Timah, untuk memperkuat kompetensi etika kerja berbasis Pancasila.
Dengan menandai Hari Lahir Pancasila 2026 lewat upacara serentak di seluruh wilayah operasional, PT Timah tidak hanya memperingati tanggal bersejarah, tetapi juga menegaskan peran strategis perusahaan dalam membumikan nilai kebangsaan. Langkah ini diharapkan menjadi contoh bagi perusahaan lain dalam menginternalisasi nilai-nilai negara ke dalam praktik bisnis sehari‑hari, sekaligus berkontribusi pada tujuan jangka panjang Indonesia sebagai negara yang damai, adil, dan makmur.












