PSPK – 07 Maret 2026 | Jakarta – Kementerian Pariwisata menegaskan bahwa pariwisata di Bali tetap berada pada jalur stabil meskipun terdapat dinamika geopolitik global, termasuk ketegangan di Timur Tengah yang terus dipantau.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan bahwa data lapangan menunjukkan tingkat hunian hotel di pulau Dewata tetap terjaga, menandakan Bali masih menjadi destinasi pilihan wisatawan internasional.
Pemerintah secara rutin memantau situasi internasional dan potensi dampaknya terhadap mobilitas wisatawan. Hasil pemantauan terbaru hingga 4 Januari 2026 menunjukkan performa pasar yang cukup kuat.
| Kabupaten | Persentase Hotel dengan Hunian 41‑69% | Persentase Hotel dengan Hunian 70‑80% | Persentase Hotel dengan Hunian 81‑100% |
|---|---|---|---|
| Badung | 52% | 36% | 0% |
| Gianyar | 53,8% | 23,1% | ~2% |
Data tersebut mengindikasikan mayoritas properti akomodasi berada pada kategori hunian menengah hingga tinggi, yang mencerminkan permintaan wisatawan yang tetap solid.
Selain pemantauan statistik, Kementerian Pariwisata terus melakukan koordinasi intensif dengan pelaku industri, memperkuat strategi pemasaran di pasar utama, serta meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman wisata.
Dengan kombinasi daya tarik alam, budaya, dan upaya kolaboratif antara pemerintah dan sektor swasta, diharapkan Indonesia, khususnya Bali, tetap berada pada posisi kompetitif sebagai tujuan wisata global meski di tengah dinamika geopolitik yang terus berubah.












