Project Seru Penuh Kejutan

Seblang Bakungan: Magnet Wisata Idul Adha yang Menghidupkan Tradisi Sakral Osing Sejak 1639

June 1, 2026 • 0 Views
Seblang Bakungan: Magnet Wisata Idul Adha yang Menghidupkan Tradisi Sakral Osing Sejak 1639
Seblang Bakungan: Magnet Wisata Idul Adha yang Menghidupkan Tradisi Sakral Osing Sejak 1639

PSPK – 01 Juni 2026 | Seblang Bakungan Jadi Magnet Wisata Libur Idul Adha, Tradisi Sakral Osing yang Bertahan Sejak Abad ke-17 kembali menjadi sorotan utama saat libur panjang Idul Adha di Banyuwangi. Ribuan warga dan wisatawan berkumpul di Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, untuk menyaksikan ritual yang telah ada sejak 1639.

Latar Belakang Historis

Tradisi Seblang Bakungan berakar dari budaya Osing, suku asli Banyuwangi yang mempertahankan keunikan ritual sakral selama hampir empat abad. Dikisahkan bahwa pada tahun 1639, masyarakat setempat mulai melaksanakan tarian trance yang dipimpin perempuan paruh baya, sebagai sarana penghormatan kepada leluhur dan pemohon keselamatan desa.

Rangkaian Acara pada Hari Idul Adha

Ritual dimulai dengan shalat Magrib dan shalat hajat yang dilakukan secara kolektif, diikuti oleh kenduri massal yang menyajikan tumpeng, pecel pithik, dan hidangan tradisional lainnya. Seluruh warga mengelilingi kampung dengan obor (oncor), menciptakan atmosfer magis yang memperkuat nuansa sakral.

Peran Penari Utama

Tahun ini, Isni (54 tahun) dipercaya sebagai penari Seblang untuk ketiga kalinya. Dalam kondisi trance, ia menari dengan mata terpejam mengikuti alunan gending tradisional seperti Kodok Ngorek dan Seblang Lukinto. Masyarakat percaya bahwa pada momen inilah roh leluhur hadir dan menyatu dalam tubuh penari.

Dampak Pariwisata dan Ekonomi Lokal

Keunikan Seblang Bakungan Jadi Magnet Wisata Libur Idul Adha, Tradisi Sakral Osing yang Bertahan Sejak Abad ke-17 menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara. Pendapatan dari penjualan makanan, kerajinan tangan, dan akomodasi meningkat signifikan selama periode tersebut, memberi peluang bagi usaha mikro di sekitar Bakungan.

Upaya Pelestarian di Era Modern

Walaupun arus modernisasi kian deras, masyarakat Osing bersama pemerintah daerah berupaya melestarikan ritual ini melalui pelatihan generasi muda, dokumentasi audiovisual, dan promosi melalui media digital. Upaya ini diharapkan agar Seblang Bakungan tetap relevan dan tidak tergerus oleh perubahan zaman.

Reaksi Pengunjung

Banyak pengunjung mengungkapkan rasa takjub melihat perpaduan antara tari trance, musik tradisional, dan cahaya obor yang menciptakan suasana mistik. Mereka menyatakan bahwa pengalaman ini tidak dapat ditemukan di tempat lain, menjadikan Seblang Bakungan sebagai agenda wajib bagi pencari budaya autentik.

Fenomena Seblang Bakungan Jadi Magnet Wisata Libur Idul Adha, Tradisi Sakral Osing yang Bertahan Sejak Abad ke-17 terus meningkatkan citra budaya Banyuwangi di mata dunia.

Secara keseluruhan, Seblang Bakungan menjadi contoh nyata bagaimana tradisi sakral dapat beradaptasi sekaligus menjadi daya tarik wisata yang berkelanjutan, menghubungkan generasi masa kini dengan warisan nenek moyang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *