PSPK – 28 Maret 2026 | Bank Sentral Internasional (IMF) dan pemerintah Pakistan berhasil menandatangani kesepakatan tingkat staf yang membuka jalan bagi pencairan dana sebesar $1,2 miliar. Kesepakatan ini masih memerlukan persetujuan dewan IMF sebelum dana dapat dicairkan.
Rincian dana yang akan diberikan terdiri dari dua komponen utama:
- $1 miliar berasal dari Fasilitas Dana yang Diperluas (Extended Fund Facility).
- $210 juta berasal dari Fasilitas Ketahanan dan Keberlanjutan (Resilience and Sustainability Facility).
Dengan tambahan tersebut, total pencairan yang sudah berjalan dalam kerangka program $7 miliar mencapai $4,5 miliar.
IMF menekankan bahwa dalam rangka melanjutkan bantuan, Pakistan harus mempertahankan kebijakan moneter yang ketat serta mengandalkan data ekonomi untuk menstabilkan ekspektasi inflasi dan memperkuat cadangan devisa. Bank sentral Pakistan memang telah memutuskan untuk mempertahankan suku bunga kebijakan utama pada level 10,5 persen pada bulan ini, menghentikan rencana pemotongan sebelumnya karena tekanan inflasi yang dipicu oleh kenaikan harga energi global dan ketegangan geopolitik di kawasan.
Beberapa poin penting yang menjadi fokus IMF dalam program ini meliputi:
- Pengendalian inflasi melalui kebijakan moneter yang disiplin.
- Peningkatan cadangan devisa untuk memperkuat daya tahan ekonomi.
- Reformasi struktural di sektor fiskal dan energi guna menurunkan defisit.
- Transparansi dalam penggunaan dana bantuan untuk memastikan efektivitas program.
Kesepakatan ini diharapkan dapat memberikan dukungan likuiditas yang signifikan bagi Pakistan, yang selama beberapa tahun terakhir menghadapi tekanan ekonomi berat, termasuk penurunan nilai tukar, defisit neraca berjalan, dan beban utang yang tinggi. Dengan dana tambahan, pemerintah Islamabad diharapkan dapat memperkuat stabilitas ekonomi, menurunkan risiko krisis keuangan, dan melanjutkan reformasi yang diperlukan untuk pertumbuhan berkelanjutan.












