Project Seru Penuh Kejutan
Berita  

Detik-detik Evakuasi 208 Tentara Iran Pasca Serangan Kapal Selam AS di Sri Lanka: Kronologi Lengkap

March 8, 2026 • 0 Views
Detik-detik Evakuasi 208 Tentara Iran Pasca Serangan Kapal Selam AS di Sri Lanka: Kronologi Lengkap
Detik-detik Evakuasi 208 Tentara Iran Pasca Serangan Kapal Selam AS di Sri Lanka: Kronologi Lengkap

PSPK – 08 Maret 2026 | Jakarta, 8 Maret 2026 – Sebuah insiden militer yang mengguncang kawasan Indo-Pasifik terjadi pada Rabu (4/3) lalu, ketika kapal perang Iran IRIS Dena ditargetkan dan ditorpedo oleh kapal selam Amerika Serikat di lepas pantai Sri Lanka. Serangan itu mengakibatkan kapal tenggelam, menelan korban jiwa signifikan, serta memicu operasi evakuasi dan penanganan korban kemanusiaan terbesar yang pernah dilakukan oleh Angkatan Laut Sri Lanka.

Serangan dan Dampaknya

Menurut rekaman video yang dirilis oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat, torpedo meluncur dan menghantam bagian tengah IRIS Dena, menyebabkan kerusakan struktural yang parah. Kapal mulai tenggelam dalam hitungan menit, memaksa awaknya mengungsi ke perairan terbuka. Dari total 208 tentara Iran yang berada di atas kapal, 87 tentara tewas dalam peristiwa tersebut, sementara 61 orang dinyatakan hilang dan masih dalam pencarian. Sebanyak 84 jenazah telah berhasil dievakuasi ke rumah sakit setempat.

Penanganan Korban oleh Sri Lanka

Setelah insiden, Angkatan Laut Sri Lanka (SLN) segera meluncurkan misi penyelamatan. Tim penyelamat berhasil mengevakuasi 87 jenazah tentara Iran, serta mengevakuasi 22 awak kapal yang selamat ke Rumah Sakit Karapitiya di kota pelabuhan Galle, selatan Sri Lanka. Selama proses perawatan, sepuluh orang di antaranya masih menjalani perawatan intensif karena luka serius.

Pada Minggu (8/3), 22 awak yang telah stabil dipulangkan ke bandara internasional Bandaranaike, kemudian dibawa ke resor pantai di distrik Galle untuk proses repatriasi selanjutnya. Pejabat medis RS Karapitiya menyatakan, “Sepuluh orang lainnya masih menjalani perawatan, namun kondisi mereka membaik secara bertahap.”

Upaya Pencarian dan Penanganan Korban Hilang

SLN mengumumkan bahwa pencarian terhadap lebih dari 60 orang yang masih hilang terus berlangsung. Tim penyelam khusus dan kapal pendukung terus mengawasi area tenggelam dengan menggunakan sonar berteknologi tinggi. Hingga saat ini, belum ada penemuan terbaru mengenai para korban yang masih hilang.

Respons Pemerintah dan Hukum Internasional

Pemerintah Sri Lanka menegaskan bahwa semua tindakan penanganan korban dilakukan sesuai dengan hukum humaniter internasional dan peraturan domestik. Sri Lanka menolak tudingan bahwa mereka berada di bawah tekanan Washington untuk menghentikan repatriasi warga Iran. “Kami akan sepenuhnya berpedoman pada hukum internasional dan tidak akan membiarkan tekanan politik mengganggu proses kemanusiaan,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Sri Lanka.

Selain itu, Sri Lanka telah menghubungi Komite Palang Merah Internasional (ICRC) untuk meminta bantuan logistik dan medis dalam penanganan korban serta proses identifikasi jenazah.

Kondisi Kapal Kedua IRIS Bushehr

Setelah kejatuhan IRIS Dena, kapal perang Iran lainnya, IRIS Bushehr, berhasil memasuki perairan Sri Lanka untuk mengamankan awaknya. Sebanyak 219 pelaut Iran dari Bushehr diberi tempat perlindungan di pangkalan Angkatan Laut Sri Lanka di Welisara, utara Kolombo. Kapal Bushehr sendiri telah diambil alih oleh SLN dan direncanakan akan dipindahkan ke pelabuhan Trincomalee di timur laut, namun proses tersebut tertunda akibat kerusakan mesin dan masalah administratif.

Implikasi Geopolitik

Insiden ini menandai eskalasi pertama di luar Timur Tengah sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer gabungan melawan Iran pada awal pekan ini. Serangan terhadap IRIS Dena menambah ketegangan di kawasan, memicu perdebatan internasional mengenai kebijakan penggunaan kekuatan di perairan internasional.

Para analis geopolitik menilai bahwa tindakan AS di Samudra Hindia dapat menjadi “peringatan” bagi negara-negara yang menyalurkan dukungan militer kepada Iran. Sementara itu, Iran menuduh Amerika Serikat melakukan provokasi yang melanggar hukum laut internasional, dan berjanji akan mengambil langkah balasan yang sesuai.

Kesimpulan

Evakuasi 208 tentara Iran pasca serangan kapal selam AS di Sri Lanka menegaskan pentingnya respons cepat dalam situasi krisis militer. Upaya penyelamatan dan penanganan korban yang dilakukan oleh Angkatan Laut Sri Lanka, didukung oleh lembaga kemanusiaan internasional, menunjukkan komitmen terhadap prinsip-prinsip humaniter. Namun, tragedi ini juga mempertegas ketegangan geopolitik yang semakin meluas di wilayah Indo-Pasifik, menuntut perhatian diplomatik yang mendalam dari komunitas internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *