PSPK – 04 Maret 2026 | Surabaya, 3 Maret 2026 – Pada hari ke-13 Ramadan 1447 Hijriah, umat Islam di Surabaya menantikan suara azan Magrib sebagai penanda waktu berbuka puasa. Hari Selasa, 3 Maret 2026, menandai momen penting bagi ribuan warga kota Pahlawan yang menahan lapar dan dahaga sejak sahur. Ketenangan suasana menjelang Magrib terasa semakin kuat ketika cuaca mendekati senja, meski awan tebal sempat menghalangi tampilan bulan pada malam harinya.
Jadwal Magrib di Surabaya
Menurut data yang dirilis oleh Metrotvnews.com dan situs resmi Kementerian Agama (bimasislam.kemenag.go.id), waktu Magrib untuk wilayah Surabaya dan sekitarnya pada 3 Maret 2026 tercatat pada pukul 17.51 WIB. Jadwal tersebut selaras dengan waktu berbuka puasa di kota‑kota besar lain di Pulau Jawa, seperti Bandung (18.15 WIB) dan Semarang (18.00 WIB). Di luar Pulau Jawa, waktu Magrib beragam, mulai dari Medan (18.42 WIB) hingga Banda Aceh (18.55 WIB).
Berikut rangkuman jadwal Magrib di beberapa kota utama pada 3 Maret 2026:
- Jakarta – 18.14 WIB
- Bandung – 18.15 WIB
- Surabaya – 17.51 WIB
- Semarang – 18.00 WIB
- Medan – 18.42 WIB
- Banda Aceh – 18.55 WIB
Jadwal ini menjadi acuan penting bagi masyarakat dalam menyiapkan makanan berbuka, mengatur ibadah tarawih, serta mengatur aktivitas harian selama Ramadan.
Signifikansi Azan Magrib dalam Kehidupan Sehari‑hari
Azan Magrib bukan sekadar panggilan waktu berbuka, melainkan simbol spiritual yang menandai penghentian puasa dan permulaan ibadah malam. Bagi warga Surabaya, suara adzan yang berkumandang dari menara masjid‑masjid utama seperti Masjid Nasional Al‑Azhar, Masjid Al‑Hikmah, dan Masjid Al‑Falah menimbulkan rasa syukur kolektif. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa banyak keluarga menyiapkan hidangan tradisional Jawa Timur, seperti lontong balap, soto Surabaya, dan es kelapa muda, sambil menunggu azan.
Selain aspek religius, Magrib juga menjadi titik kumpul sosial. Lapangan-lapangan terbuka, taman kota, dan area pinggir sungai Kalimas dipenuhi warga yang berbuka bersama, memperkuat tali persaudaraan di tengah masa sulit.
Faktor Cuaca dan Pengaruhnya Terhadap Pengamatan Bulan
Pada malam hari, cuaca di Surabaya diprediksi berawan tebal, yang mengakibatkan fenomena gerhana bulan total yang dijadwalkan pada 3 Maret 2026 tidak dapat terlihat. Meskipun demikian, tidak mengurangi semangat umat dalam menjalankan ibadah. Pemerintah kota Surabaya bekerja sama dengan BMKG dan lembaga keagamaan untuk menyebarkan informasi yang akurat mengenai jadwal Magrib dan potensi cuaca, sehingga warga tetap dapat menyesuaikan kegiatan mereka.
Persiapan Sahur dan Tantangan di Tengah Ramadan
Menurut laporan JawaPos.com, sahur di Surabaya menjadi tantangan tersendiri karena suhu yang masih cukup tinggi dan tekanan pekerjaan. Banyak warga memilih menu ringan namun bergizi, seperti bubur ayam, roti isi, serta buah-buahan segar, untuk memastikan stamina selama berpuasa. Pemerintah daerah juga menyalurkan program bantuan makanan untuk keluarga kurang mampu, memastikan tidak ada warga yang kelaparan pada saat berbuka.
Selain itu, para pemuka agama menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental selama Ramadan. Dengan mengatur waktu tidur, mengonsumsi air putih yang cukup, dan melaksanakan ibadah dengan khusyuk, diharapkan puasa tetap menjadi pengalaman yang positif.
Kesimpulan
Jadwal Magrib pada 3 Maret 2026 di Surabaya, tepat pada pukul 17.51 WIB, menjadi momen penting bagi umat Islam yang menunaikan ibadah puasa di hari ke‑13 Ramadan. Meskipun cuaca berawan menghalangi tampilan gerhana bulan, semangat kebersamaan, rasa syukur, dan persiapan matang dari pemerintah serta masyarakat tetap terjaga. Dengan dukungan informasi resmi dan koordinasi lintas lembaga, Surabaya terus memastikan bahwa setiap warga dapat merayakan Magrib dengan penuh kebahagiaan dan ketenangan spiritual.












