PSPK – 31 Mei 2026 | Takbir Menetap dan Doa Wukuf Virtual Warnai Malam Arafah di Balai Kota Mojokerto menjadi sorotan utama pada Selasa malam, ketika ribuan warga dan jemaah haji berkumpul secara daring untuk menyambut hari suci dengan khidmat.
Latihan Spiritualitas Bersama Pemerintah dan IPHI
Pemerintah Kota Mojokerto bekerja sama dengan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Mojokerto menyelenggarakan acara Takbir Menetap Iduladha sekaligus Doa Wukuf 1447 H/2026 M. Acara ini tidak hanya menjadi rangkaian ritual keagamaan, melainkan juga platform digital yang menghubungkan para jemaah haji di Padang Arafah dengan masyarakat setempat.
Makna Hari Arafah dalam Islam
Hari Arafah dikenal sebagai puncak ibadah haji, di mana doa diyakini lebih mudah dikabulkan dan Allah SWT melimpahkan ampunan. Oleh karena itu, Takbir Menetap dan Doa Wukuf Virtual Warnai Malam Arafah di Balai Kota Mojokerto menjadi momentum penting untuk memperkuat ikatan spiritual antara jemaah haji dan umat Islam di tanah air.
Pesan Wali Kota Ika Puspitasari
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya tradisi doa wukuf virtual yang kembali dapat dilaksanakan meski dalam situasi terbatas. “Alhamdulillah, agenda rutin setiap tahun dapat berjalan, memungkinkan kami bersinergi dengan IPHI untuk menyambung doa dengan jemaah haji di Arafah,” ujarnya.
Inovasi di Tengah Keterbatasan
Ning Ita, pejabat terkait, menegaskan komitmen pemerintah kota untuk terus menggerakkan perekonomian masyarakat melalui pelayanan yang inovatif. Ia menambahkan, “Keterbatasan bukan penghalang; dengan keyakinan dan optimisme, Allah menurunkan solusi bagi mereka yang berusaha.”
Doa dan Harapan untuk Jemaah Haji
Dalam sambutan, Ning Ita memohon doa dari para ulama dan jemaah haji agar pemerintah Kota Mojokerto senantiasa diberi kekuatan dalam mengikhtiarkan kesejahteraan rakyat. Ia menutup dengan doa khusus untuk kesehatan, kelancaran ibadah, dan kepulangan jemaah haji dengan predikat haji yang mabrur.
Relevansi Sosial dan Ekonomi
Meski skala acara lebih kecil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, Takbir Menetap dan Doa Wukuf Virtual Warnai Malam Arafah di Balai Kota Mojokerto tetap memberi dampak positif. Aktivitas ini memperkuat rasa kebersamaan, meningkatkan semangat keagamaan, serta memberikan peluang bagi pelaku usaha lokal yang menyediakan perlengkapan ibadah dan konsumsi selama acara.
Kesimpulan
Acara ini menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat dapat menghasilkan pengalaman spiritual yang mendalam, meski dijalankan secara virtual. Takbir Menetap dan Doa Wukuf Virtual Warnai Malam Arafah di Balai Kota Mojokerto tidak hanya memperkuat ikatan umat, tetapi juga menunjukkan kemampuan kota dalam beradaptasi dan berinovasi demi kesejahteraan bersama.












