PSPK – 20 Maret 2026 | Menjelang Hari Raya Idulfitri, takbir mulai bergema di seluruh penjuru, mengajak umat Islam untuk bersyukur atas kemenangan setelah sebulan berpuasa. Salat Idulfitri bukan sekadar ibadah rutin, melainkan sunnah muakkad yang memiliki keunikan khusus, terutama penambahan takbir. Berikut rangkuman lengkap mengenai bacaan, tata cara, serta amalan sunnah yang dapat memperkaya pelaksanaan sholat Idulfitri.
Niat Salat Idulfitri
Niat dilafazkan dalam hati pada takbiratul ihram. Bacaan dalam bahasa Arab adalah:
أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ (مَأْمُوْمًا / إِمَامًا) لِلهِ تَعَالَى
Transliterasi: Usholli sunnatan li ‘idil fithri rak’ataini mustaqbilal qiblati (ma’muman/imaman) lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku berniat melaksanakan sholat sunnah Idulfitri dua rakaat menghadap kiblat, baik sebagai makmum maupun imam, karena Allah Ta’ala.”
Takbir Tambahan dan Tasbih
Setelah takbiratul ihram dan doa iftitah, dianjurkan menambah takbir sebanyak 7 kali pada rakaat pertama dan 5 kali pada rakaat kedua. Di sela‑sela takbir, jamaah biasanya membaca tasbih berikut:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ للهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Transliterasi: Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar.
Terjemahan: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar.”
Seruan Bilal Sebelum Salat Dimulai
Karena salat Idulfitri tidak dimulai dengan azan atau iqamah, bilal mengumandangkan seruan berikut untuk mengajak jamaah:
الصَّلَاةُ جَامِعَةً ×٢ اَلصَّلَاةُ سُنَّةً لِعِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ جَامِعَةً رَحِمَكُمُ اللهُ
Transliterasi: Asshalatu jami’ah (2x), asshalatu sunnatan li’idil fithri rak’ataini jami’atan rahimakumullah.
Artinya: “Mari laksanakan sholat berjamaah, sholat sunnah Idulfitri dua rakaat secara berjamaah, semoga Allah melimpahkan rahmat kepada kalian.”
Seruan Bilal Menjelang Khotbah
Setelah salat selesai, bilal berdiri dengan tongkat khotbah dan mengumandangkan:
مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ وَزُمْرَةَ الْمُؤْمِنِيْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ، إِعْلَمُوْا أَنَّ يَوْمَكُمْ هَذَا يَوْمُ عِيْدِ الْفِطْرِ وَيَوْمُ السُّرُوْرِ وَيَوْمُ الْمَغْفُوْرِ، أَحَلَّ اللهُ لَكُمْ فِيْهِ الطَّعَامَ وَحَرَّمَ عَلَيْكُمْ فِيْهِ الصِّيَامَ. إِذَا صَعِدَ الْخَطِيْبُ عَلَى الْمِنْبَرِ أَنْصِتُوْا أَثَابَكُمُ اللهُ وَاسْمَعُوْا وَأَطِيْعُوْا رَحِمَكُمُ اللهُ
Terjemahan: “Wahai kaum muslimin dan golongan orang beriman, ketahuilah bahwa hari ini adalah hari raya Idulfitri, hari kebahagiaan dan hari ampunan. Allah menghalalkan makan dan mengharamkan puasa bagi kalian. Jika khatib telah naik ke mimbar, diamlah, dengarkanlah, dan taatilah, semoga Allah memberi pahala dan merahmati kalian.”
Doa Bilal untuk Keselamatan Umat
Menjelang khotbah, bilal menutup seruannya dengan doa berikut:
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ مِنَ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Transliterasi: Allahumma a’izzal islama minal muslimina wal muslimat wal mu’minina wal mu’minat al-ahya’i minhum wal amwat, birahmatika ya arhamar rahimin.
Artinya: “Ya Allah, muliakanlah Islam dari kaum muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat, dengan rahmat-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Penyayang.”
Amalan Sunnah Sebelum Salat Idulfitri
- Memperbanyak Takbir – Umat dianjurkan mengumandangkan takbir sejak matahari terbenam pada malam 1 Syawal hingga sholat Id dimulai, sebagai bentuk ketaatan atas perintah Allah dalam QS. Al‑Baqarah 185.
- Mandi, Memotong Kuku, dan Berpakaian Terbaik – Disunnahkan mandi sunah hari raya, memotong kuku, memakai aroma wangi (bagi pria) dan pakaian paling bagus, biasanya berwarna putih atau pakaian baru, sebagai tanda kebahagiaan.
- Makan Sebelum Berangkat Salat – Berbeda dengan Iduladha, pada Idulfitri tidak berpuasa. Rasulullah biasa makan kurma dalam jumlah ganjil (tiga, lima, atau tujuh butir) sebagai penanda bahwa hari tersebut bukan lagi waktu puasa.
- Menunaikan Zakat Fitrah – Salat Idulfitri biasanya dilaksanakan setelah matahari terbit sekitar pukul 07.00, memberi kesempatan bagi yang belum menunaikan zakat fitrah untuk menyelesaikannya sebelum sholat.
- Memilih Rute Perjalanan Berbeda – Saat berangkat ke tempat salat, disarankan mengambil rute yang berbeda dari rute pulang, meneladani kebiasaan Rasulullah agar syiar Islam lebih luas dan dapat menyapa lebih banyak orang.
Dengan memahami bacaan, tata cara takbir, serta amalan sunnah di atas, umat dapat melaksanakan salat Idulfitri secara khusyuk dan penuh makna, menjadikan hari kemenangan ini semakin berkesan.












