PSPK – 29 Maret 2026 | Syawal merupakan bulan yang penuh berkah setelah Ramadhan, dan puasa enam hari sunah di bulan ini memiliki pahala yang setara dengan puasa selama setahun penuh. Namun, banyak umat Islam yang masih ragu apakah boleh menjalankan puasa tersebut ketika jatuh pada hari Sabtu, mengingat ada sebagian riwayat yang melarang puasa khusus pada hari itu.
Hukum Puasa Syawal pada Hari Sabtu
Mayoritas ulama, termasuk Ibnu Taimiyah, berpendapat bahwa puasa pada hari Sabtu tidak menjadi makruh bila niatnya bukan untuk mengagungkan hari tersebut, melainkan bagian dari rangkaian puasa sunah Syawal. Dengan demikian, puasa Syawal pada hari Sabtu diperbolehkan. Untuk menghindari perbedaan pendapat, sebagian orang memilih menggabungkan puasa Sabtu dengan puasa Jumat atau Minggu.
Bolehkah Dilakukan Tidak Berurutan?
Puasa enam hari di Syawal tidak wajib dilakukan secara berturut‑turut. Pilihan paling utama adalah melaksanakan puasa secara berurutan mulai tanggal 2 hingga 7 Syawal, namun bila ada halangan, puasa dapat dilakukan pada hari‑hari terpisah selama masih dalam bulan Syawal.
Bacaan Niat Puasa Syawal
Berikut dua contoh niat yang dapat dibaca, baik pada malam sebelum fajar maupun pada pagi hari sebelum terbit matahari:
- Niat malam (sebelum terbit fajar)
Arabic: نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adā'i sunnatis Syawwāli lillāhi ta'ālā.
Terjemahan: “Aku berniat puasa sunah Syawal esok hari karena Allah Ta'ala.” - Niat siang (jika terlupa malam)
Arabic: نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adā'i sunnatis Syawwāli lillāhi ta'ālā.
Terjemahan: “Aku berniat puasa sunah Syawal hari ini karena Allah Ta'ala.”
Tata Cara Puasa Syawal
- Menyiapkan niat di dalam hati, dapat dibaca pada malam sebelum fajar atau pada pagi sebelum terbit matahari.
- Menahan diri dari hal‑hal yang membatalkan puasa, seperti makan, minum, dan hubungan suami‑istri.
- Melaksanakan puasa sejak terbit fajar (subuh) hingga terbenam matahari (maghrib).
- Menunaikan total enam hari puasa, dengan menghindari puasa pada tanggal 1 Syawal (hari Idulfitri).
- Sebaiknya menyelesaikan utang puasa Ramadan terlebih dahulu, kemudian baru melaksanakan puasa sunah Syawal agar pahala lebih sempurna.
Dengan memahami hukum, fleksibilitas urutan, serta niat yang tepat, umat Islam dapat melaksanakan puasa Syawal secara sah dan memperoleh keutamaan yang dijanjikan.












