Project Seru Penuh Kejutan

Kisah Inspiratif: Bupati Mojokerto Serahkan Hewan Kurban Korpri Rp 245 Juta Menyambut Idul Adha

May 31, 2026 • 0 Views
Kisah Inspiratif: Bupati Mojokerto Serahkan Hewan Kurban Korpri Rp 245 Juta Menyambut Idul Adha
Kisah Inspiratif: Bupati Mojokerto Serahkan Hewan Kurban Korpri Rp 245 Juta Menyambut Idul Adha

PSPK – 31 Mei 2026 | Bupati Mojokerto Serahkan Hewan Kurban Korpri Rp 245 Juta pada Selasa sore di halaman Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Mojokerto, sebuah momen yang menandai kepedulian kolektif masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha. Penyerahan ini dilakukan oleh Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa, yang dikenal akrab sebagai Gus Bupati, bersama Sekretaris Daerah Teguh Gunarko, serta perwakilan Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Kabupaten Mojokerto.

Latar Belakang Penyelenggaraan Kurban

Idul Adha, yang secara tradisional diperingati dengan penyembelihan hewan kurban, selalu menjadi ajang amal yang menggalang solidaritas antar‑umat. Di Kabupaten Mojokerto, program infak kurban tahun ini dikoordinasikan oleh Korpri, sebuah organisasi yang menggerakkan pegawai negeri sipil untuk berkontribusi dalam kegiatan sosial‑keagamaan. Selama beberapa minggu sebelum Idul Adha, anggota Korpri menggalang dana melalui sumbangan sukarela, yang kemudian diubah menjadi pembelian hewan kurban.

Detail Penyerahan Hewan Kurban

  • Jumlah dana terkumpul: Rp 245,2 juta.
  • Jenis hewan: Sapi dan kambing yang siap disembelih sesuai syariat.
  • Lokasi penyerahan: Halaman Kantor PCNU Kabupaten Mojokerto.
  • Waktu: Selasa (26) sore, menjelang Idul Adha.

Setelah dana terkumpul, panitia memilih hewan yang memenuhi kriteria sahih kurban. Hewan‑hewan tersebut kemudian dibawa ke lokasi penyerahan, dimana Bupati Mojokerto Serahkan Hewan Kurban Korpri Rp 245 Juta di depan para tokoh agama, aparat daerah, serta warga yang hadir.

Peran Bupati dan Harapan Kedepan

Dalam sambutannya, Bupati Muhammad Albarraa menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan organisasi kemasyarakatan. “Kami mengucapkan terima kasih sebesar‑besar­nya kepada Korpri Kabupaten Mojokerto yang berhasil mengumpulkan infak kurban senilai lebih dari 245 juta rupiah. Semoga amal ini menjadi berkah bagi seluruh masyarakat,” ujar Gus Bupati dengan nada penuh harap.

Albarraa juga menyoroti bahwa penyerahan hewan kurban bukan sekadar ritual, melainkan wujud nyata kepedulian sosial yang dapat menurunkan beban ekonomi keluarga kurang mampu. Dengan adanya hewan kurban yang disumbangkan, ribuan keluarga di daerah pedesaan dipastikan dapat melaksanakan ibadah kurban tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

Dampak Sosial dan Ekonomi

Program infak kurban ini memberikan dampak ganda. Secara sosial, ia memperkuat rasa kebersamaan antar‑warga, terutama di masa-masa menjelang hari raya yang biasanya diwarnai dengan peningkatan kebutuhan ekonomi. Secara ekonomi, penyaluran hewan kurban membantu menggerakkan pasar peternakan lokal, karena para peternak yang menyediakan hewan kurban mendapatkan pemasukan tambahan.

Selain itu, Korpri sebagai institusi yang memiliki jaringan luas di kalangan ASN, mampu menjangkau sumber daya manusia yang cukup besar untuk menggalang dana secara cepat. Keberhasilan mengumpulkan lebih dari Rp 245 juta menjadi bukti efektivitas model kemitraan antara pemerintah daerah dan lembaga keagamaan.

Reaksi Masyarakat dan Tokoh Agama

Beberapa tokoh agama yang hadir, termasuk pimpinan PCNU Kabupaten Mojokerto, mengapresiasi langkah Bupati Mojokerto Serahkan Hewan Kurban Korpri Rp 245 Juta sebagai contoh nyata kepedulian yang harus diteladani. “Semoga kegiatan ini menjadi motivasi bagi daerah lain untuk mengadakan program serupa,” ujar salah satu ulama setempat.

Masyarakat yang menyaksikan penyerahan juga menyatakan rasa terima kasih dan kebanggaan. “Kami merasa lebih tenang karena tidak perlu khawatir tentang biaya kurban. Ini adalah hadiah terbesar menjelang Idul Adha,” kata seorang warga yang hadir.

Kesimpulan

Penyerahan hewan kurban oleh Bupati Mojokerto kepada Korpri dengan nilai Rp 245 juta mencerminkan sinergi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan organisasi kemasyarakatan dalam mewujudkan ibadah yang inklusif. Dengan menyalurkan bantuan langsung kepada keluarga yang membutuhkan, program ini tidak hanya memperkuat nilai keagamaan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Keberhasilan ini diharapkan menjadi model bagi wilayah lain dalam mengoptimalkan potensi infak kurban demi kesejahteraan bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *