PSPK – 31 Mei 2026 | Idul Adha 2026, LDII Mojokerto Sukses Salurkan Ratusan Hewan Kurban Untuk Masyarakat menjadi sorotan utama di kota Mojokerto, menandai komitmen organisasi dalam mengimplementasikan nilai kepedulian sosial sekaligus menegakkan ibadah kurban secara inklusif.
Persiapan dan Penggalangan Dana Swadaya
Sejak awal bulan Ramadhan, jaringan kader LDII Mojokerto mulai menggalang dana melalui iuran sukarela, sumbangan individu, dan donasi lembaga lokal. Dana tersebut dikelola secara transparan oleh panitia khusus yang memastikan setiap rupiah dialokasikan untuk pembelian sapi dan kambing yang layak kurban. Ketua DPD LDII Kabupaten Mojokerto, Drs. Djohan, SH, MM, menegaskan bahwa tidak ada dana eksternal yang terlibat, melainkan sepenuhnya bersumber dari swadaya warga.
Pelaksanaan Penyembelihan Secara Serentak
Setelah sholat Idul Adha, ribuan anggota LDII Mojokerto melaksanakan penyembelihan secara serentak di sejumlah masjid dan pondok pesantren yang berada di bawah naungan organisasi. Penyembelihan dilakukan oleh tenaga medis veteriner yang berpengalaman, memastikan prosedur halal dan kesejahteraan hewan terpenuhi. Ratusan hewan kurban, baik sapi maupun kambing, berhasil disembelih dalam satu hari, menandai keberhasilan logistik yang luar biasa.
Distribusi Daging kepada Masyarakat
Daging kurban yang telah dipotong kemudian dibagikan secara merata kepada tiga kelompok utama: masyarakat umum, fakir miskin, serta santri dan warga tidak mampu di sekitar wilayah LDII. Distribusi dilakukan melalui tim relawan yang menyiapkan paket daging dengan takaran standar, memastikan tidak ada satu pun keluarga yang terlewatkan.
- 100 paket daging sapi untuk keluarga kurang mampu.
- 150 paket daging kambing untuk santri di pesantren.
- 200 paket daging untuk warga umum yang berpartisipasi dalam acara.
Setiap paket dilengkapi dengan catatan bahwa daging tersebut merupakan bagian dari ibadah kurban, menumbuhkan rasa syukur dan kebersamaan di antara penerima.
Pernyataan Ketua DPD LDII Mojokerto
Drs. Djohan, SH, MM, menjelaskan bahwa tujuan utama pembagian hewan kurban dari LDII kepada masyarakat tidak mampu adalah untuk mewujudkan kepedulian sosial, memeratakan kesejahteraan, dan berbagi kebahagiaan di hari raya. “Kami ingin memastikan bahwa setiap orang, tanpa memandang latar belakang ekonomi, dapat menikmati daging kurban sebagai wujud rasa syukur atas rezeki Allah SWT,” ujarnya.
Dampak Sosial dan Spiritualitas
Program kurban tahun ini tidak hanya memberikan manfaat materi, tetapi juga memperkuat ikatan sosial antarwarga. Warga yang menerima daging melaporkan kebahagiaan yang mendalam, sementara relawan menyatakan rasa puas karena dapat berkontribusi secara langsung pada kesejahteraan sesama. Selain itu, kegiatan ini meningkatkan kesadaran akan pentingnya berbagi dan menumbuhkan semangat gotong‑royong dalam rangka menunaikan kewajiban agama.
Penutup
Dengan keberhasilan Idul Adha 2026, LDII Mojokerto menunjukkan bahwa aksi sosial berbasis keagamaan dapat dijalankan secara profesional dan inklusif. Ratusan hewan kurban yang berhasil disalurkan tidak hanya menambah kebahagiaan di hari raya, tetapi juga meneguhkan nilai solidaritas yang menjadi inti ajaran Islam. Ke depan, harapannya organisasi ini dapat memperluas jangkauan program, menjangkau lebih banyak daerah, dan terus menjadi contoh bagi lembaga keagamaan lain dalam mengintegrasikan ibadah dengan kepedulian sosial.












