PSPK – 20 Mei 2026 | Prabowo Yakin Sistem Perekonomian Berada di Dalam Trayektori Tidak Tepat, hal ini disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) pada Rapat Paripurna Ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta.
Latar Belakang
Selama tujuh tahun terakhir, pertumbuhan Indonesia mencapai sekitar 35 persen, namun di sisi lain persentase penduduk miskin dan rawan miskin naik 3,4 persen pada 2017-2024 dan kelas menengah turun 4,7 persen dalam periode serupa. Presiden menegaskan, bahwa perlunya perbaikan arah perekonomian Indonesia untuk memastikan kekayaan sumber daya alam Indonesia dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Penyebab Masalah
Presiden Prabowo Subianto menyoroti bahwa penerimaan negara terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada 2024 mencapai 11 persen, dibandingkan dengan Meksiko sebesar 25 persen, Filipina 21 persen, India 20 persen dan Kamboja sebesar 15 persen. Terkait hal tersebut, Prabowo mengatakan bahwa jika diteruskan arah perekonomian seperti saat ini dalam beberapa tahun ke depan menjadi isu dalam mencapai peningkatan kesejahteraan bangsa.
Dampak
Prabowo Yakin Sistem Perekonomian Berada di Dalam Trayektori Tidak Tepat, karena kesejahteraan dan kemakmuran terkait erat dengan kedaulatan bangsa, mencegah menjadi bangsa yang memiliki ketakutan menghadapi dinamika yang ada. Selain itu, dia menyoroti terdapat praktik penipuan di mana oknum pengusaha tidak melaporkan secara faktual profit atau penjualan yang dilakukan dan bahkan mendirikan perusahaan di luar negeri untuk mendapatkan harga jauh di bawah normal.
Upaya Perbaikan
Presiden menyoroti bahwa meski menjadi produsen utama sejumlah komoditas namun harga jual ekspor banyak ditentukan oleh pihak lain. Prabowo memberikan contoh bagaimana harga kepala sawit ditentukan oleh negara lain. Secara khusus dia menyoroti bahwa di dalam Pasal 33 di Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 di mana perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
Rakyat semuanya harus menikmati ekonomi kita, dengan prinsip kebersamaan, efisiensi, berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian. Mandiri, berdiri di atas kaki kita sendiri dan menjaga keseimbangan, kemajuan, dan kesatuan ekonomi nasional.
Prabowo Yakin Sistem Perekonomian Berada di Dalam Trayektori Tidak Tepat, dan upaya perbaikan harus segera dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa. Prabowo Yakin Sistem Perekonomian Berada di Dalam Trayektori Tidak Tepat, dan perlu adanya perubahan sistemik untuk meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.
Prabowo Yakin Sistem Perekonomian Berada di Dalam Trayektori Tidak Tepat, dan perlu adanya kesadaran bersama untuk melakukan perubahan. Prabowo Yakin Sistem Perekonomian Berada di Dalam Trayektori Tidak Tepat, dan perlu adanya upaya nyata untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa.
Kesimpulan dari pernyataan Prabowo Yakin Sistem Perekonomian Berada di Dalam Trayektori Tidak Tepat adalah bahwa perlu adanya perubahan sistemik dan upaya nyata untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa. Prabowo Yakin Sistem Perekonomian Berada di Dalam Trayektori Tidak Tepat, dan perlu adanya kerja sama dan kesadaran bersama untuk melakukan perubahan.










