PSPK – 16 April 2026 | Komando Angkatan Darat Iran menegaskan akan menutup akses perdagangan melalui Laut Merah serta Teluk dan Laut Oman jika Amerika Serikat melanjutkan operasi blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Pernyataan tersebut disampaikan setelah Angkatan Laut AS mengklaim telah menghentikan semua aliran barang ekonomi yang masuk dan keluar Iran lewat jalur laut, mengutip keberlanjutan blokade di Selat Hormuz pada hari kedua operasi.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa konflik hampir mencapai akhir setelah mengisyaratkan kemungkinan pertemuan lanjutan dengan perwakilan Iran di Pakistan dalam beberapa hari mendatang. Namun, ancaman Iran menambah ketegangan diplomatik, mengingat potensi dampak ekonomi regional dan global.
Berikut poin-poin utama yang disampaikan oleh militer Iran:
- Penutupan total perdagangan maritim melalui Laut Merah, yang menjadi jalur utama bagi ekspor minyak dan impor barang penting.
- Pembatasan akses ke Laut Oman, mengancam rute alternatif bagi kapal dagang internasional.
- Penegakan kontrol ketat terhadap kapal yang melintasi wilayah tersebut, termasuk kemungkinan penangkapan atau penahanan.
International Monetary Fund (IMF) memperingatkan bahwa eskalasi konflik dengan Iran dapat mendorong ekonomi dunia ke dalam kondisi resesi. Dampak tersebut mencakup kenaikan harga energi, gangguan rantai pasokan, serta penurunan investasi asing di kawasan Timur Tengah.
Pengamat keamanan menilai bahwa ancaman Iran bersifat simbolis namun memiliki konsekuensi nyata. Penutupan Laut Merah dapat mempengaruhi lebih dari 30% perdagangan minyak dunia, sementara Laut Oman adalah jalur penting bagi kapal-kapal kargo yang menghindari ketegangan di Selat Hormuz.
Jika blokade Amerika terus berlanjut, Iran berpotensi memperluas aksi militer ke wilayah maritim tetangga, yang dapat memicu respons balasan dari sekutu-sekutu Amerika di kawasan tersebut.










