PSPK – 02 April 2026 | New York – Pada Selasa, 31 Maret, pasar saham Amerika Serikat mengalami lonjakan signifikan setelah Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyatakan bahwa Tehran memiliki kemauan untuk mengakhiri konflik dengan Amerika Serikat dan Israel. Pernyataan tersebut menimbulkan optimisme bahwa perang yang telah berlangsung lama mungkin segera berakhir.
Indeks Dow Jones naik sekitar 2,5 % atau lebih dari 1.125 poin, menembus level 46.341,51. Art Hogan dari B. Riley Wealth Management menilai bahwa ini merupakan komunikasi pertama yang dapat diverifikasi dari pihak Iran, dan pasar telah menantikan berita baik setelah penurunan selama lima minggu terakhir.
Sementara itu, pasar minyak menurun; kontrak berjangka Brent turun 3,2 % menjadi US$103,97 per barel. Penurunan harga minyak membantu mengurangi tekanan inflasi energi, meski para analis tetap memperingatkan risiko pasokan di wilayah Asia.
- Dow Jones: +2,5 % (≈+1.125 poin)
- Brent: –3,2 % (US$103,97/barel)
- Inflasi zona euro Maret: 2,5 % (naik dari 1,9 % Februari)
Pasar Eropa juga menguat meski data inflasi menunjukkan kenaikan harga konsumen yang dipicu oleh energi. Di Asia, indeks utama berakhir beragam, mencerminkan ketidakpastian yang masih tersisa.
Para pengamat menekankan bahwa meskipun harapan akan penyelesaian konflik meningkat, tantangan geopolitik belum sepenuhnya hilang. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, tetap menegaskan bahwa operasi militer terhadap Iran belum berakhir dan menolak mengurangi tekanan pada rezim Tehran.
Secara keseluruhan, dinamika geopolitik kini menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan pasar keuangan global, dengan sentimen positif di pasar saham AS dan penurunan harga minyak menjadi indikator utama.












