PSPK – 01 Juli 2026 | Film horor psikologis Pemikat Jiwa yang mengangkat tema bawa unsur pelet, siap bersaing di kancah global, setelah sukses menggelar Gala Premier pada Selasa (30/6/2026). Dikenal dengan cerita yang lekat dengan budaya lokal, film ini diharapkan dapat menarik perhatian penonton mancanegara. CEO Show Token, Akshay Melwani, menyatakan bahwa Pemikat Jiwa, yang dibintangi oleh Givina dan Fajar Nugra, memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar internasional, terutama di negara-negara Asia Tenggara.
Potensi Pasar Mancanegara
Dalam wawancara di Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan, Akshay menekankan bahwa negara-negara seperti Korea, Malaysia, dan Singapura sangat menyukai konten lokal Indonesia, terutama dalam genre horor. “Tugas kami sebagai perusahaan global adalah membantu menghidupkan dan mewujudkan mimpi-mimpi ini di pasar mereka,” tuturnya. Ini menunjukkan bahwa Pemikat Jiwa tidak hanya memiliki nilai lokal, tetapi juga daya tarik yang dapat merambah pasar internasional.
Kekuatan Cerita dan Unsur Budaya
Akshay menilai bahwa kekuatan cerita Pemikat Jiwa menjadi senjata utama dalam bersaing di kancah global. Film ini mengangkat praktik pelet yang merupakan bagian dari kepercayaan masyarakat Indonesia, memberikan nuansa yang berbeda dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. “Dari segi pemain, bakat, sampai produksinya, saya pikir ini sesuatu yang unik. Memang ada yang membandingkan dengan film ‘Obsession’ tetapi saya rasa ini akan jauh lebih bagus karena ini produksi lokal dengan rumah produksi lokal,” tambahnya.
Keunikan dalam Produksi
Film yang digarap oleh sutradara Dom Dharmo dan diproduksi oleh Makara Production ini diadaptasi dari thread viral di media sosial X karya Nuugro Agung. Selain menyuguhkan elemen horor psikologis, film ini juga menampilkan narasi supernatural yang berakar dari kepercayaan masyarakat Indonesia, yang dapat memberikan daya tarik tersendiri bagi penonton internasional.
Support untuk Sineas Lokal
Akshay Melwani meyakini bahwa kreativitas sineas Tanah Air patut mendapatkan pengakuan yang lebih luas. Ia berharap film-film lokal seperti Pemikat Jiwa dapat menembus pasar global. “Orang Indonesia sangat kreatif dan cerdas, jadi mereka butuh pengakuan internasional. Kami hadir untuk membantu mewujudkan impian tersebut,” ungkapnya. Harapan ini menunjukkan komitmen Show Token dalam mendukung industri film Indonesia agar semakin berkembang.
Investasi dan Kolaborasi
Lebih lanjut, Akshay menekankan bahwa Show Token terbuka untuk melakukan investasi maupun kolaborasi bersama rumah produksi, baik besar maupun kecil. “Kami tidak pilih-pilih. Kalau proyeknya bagus dan naskahnya kuat, kami ingin mendukung produksi lokal. Tujuan kami memang membantu industri film Indonesia berkembang,” pungkasnya.
Dengan semua potensi dan kekuatan yang dimiliki, Pemikat Jiwa tidak hanya menjadi film yang menarik untuk ditonton, tetapi juga representasi dari kekayaan budaya Indonesia yang diharapkan dapat bersaing di pentas global.












