PSPK – 01 Juni 2026 | Perguruan Sri Wedari di Kota Malang menandai hari jadinya yang ke-80 pada Senin, 16 Februari 2026, dengan prosesi pelepasan serentak siswa dari jenjang TK, SD, SMP, hingga SMK. Acara yang dihadiri oleh Wali Kota Malang Wahyu Hidayat serta jajaran pengurus yayasan ini tidak sekadar seremonial, melainkan menjadi titik tolak refleksi atas delapan dekade kontribusi lembaga pendidikan swasta dalam mencetak generasi penerus bangsa dan menyiapkan pondasi bagi visi Indonesia Emas 2045.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, membuka acara dengan menegaskan bahwa umur 80 tahun adalah bukti ketahanan dan konsistensi Sri Wedari. “Perjalanan panjang ini harus menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa alumni Sri Wedari telah tersebar di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan hingga perusahaan multinasional, memperlihatkan dampak sosial‑ekonomi yang signifikan. Dalam konteks program pemerintah Kota Malang “Ngalam Pinter”, yang menargetkan peningkatan derajat pendidikan daerah demi menyongsong Indonesia Emas 2045, Wahyu menekankan perlunya sinergi lintas pemangku kepentingan.
Ketua Yayasan Perguruan Sri Wedari, Made Arya Wedhantara, menyoroti arti penting pelepasan bersamaan sebagai simbol kekompakan internal. “Kegiatan ini mencerminkan komitmen kuat guru, staf, orang tua, dan siswa untuk bersama-sama mengukir prestasi,” katanya. Made menekankan bahwa generasi muda tidak boleh takut bermimpi besar; sebaliknya, mereka harus diberi ruang dan dukungan untuk berinovasi, khususnya dalam menghadapi tantangan global yang diantisipasi pada tahun 2045.
Sejumlah data menunjukkan kontribusi Sri Wedari terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Malang. Tabel di bawah ini merangkum capaian akademik, partisipasi kompetisi, serta jumlah alumni yang menempati posisi strategis di sektor publik dan swasta.
| Jenjang | Jumlah Siswa (2025) | Prestasi Nasional | Alumni di Pemerintahan |
|---|---|---|---|
| TK | 1,200 | Juara 1 Lomba Bercerita Anak 2024 | 15 |
| SD | 2,350 | Top 10 Olimpiade Matematika SD 2023 | 48 |
| SMP | 1,800 | Juara 2 Lomba Sains SMP Se‑Jawa Timur 2024 | 32 |
| SMK (Teknik & Bisnis) | 2,100 | Gold Medal Kompetisi Vokasi Nasional 2025 | 67 |
Data tersebut mencerminkan konsistensi Sri Wedari dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga siap bersaing di pasar kerja yang semakin kompetitif. Dampak jangka pendek terlihat pada peningkatan tingkat kelulusan tepat waktu dan penurunan angka putus sekolah. Sementara jangka menengah, alumni berkontribusi pada pembangunan ekonomi daerah melalui wirausaha dan posisi strategis di institusi pemerintah, selaras dengan agenda “Ngalam Pinter”.
Program Ngalam Pinter, yang diluncurkan pada 2023, menargetkan peningkatan rata‑rata nilai ulangan nasional (UN) di Kota Malang sebesar 10% dalam lima tahun. Perguruan Sri Wedari berperan sebagai mitra kunci, menyediakan laboratorium modern, pelatihan guru berkelanjutan, serta platform digital untuk pembelajaran blended. Wali Kota menegaskan, “Kualitas pendidikan tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja; pemerintah, lembaga, orang tua, dan siswa harus berkolaborasi.”
- Sinergi kurikulum: integrasi materi kebangsaan dan teknologi digital.
- Peningkatan kompetensi guru melalui program sertifikasi nasional.
- Keterlibatan orang tua melalui forum komunitas edukatif.
- Kolaborasi dengan industri lokal untuk magang dan proyek real‑world.
Keberhasilan sinergi tersebut diukur melalui indikator seperti rasio guru‑siswa, tingkat partisipasi orang tua dalam rapat sekolah, serta jumlah proyek kolaboratif antara SMK dan perusahaan daerah. Pada tahun 2025, Sri Wedari mencatat penurunan rasio guru‑siswa menjadi 1:15, dibandingkan rata‑rata kota Malang yang masih berada di 1:18, menandakan peningkatan perhatian pada kualitas pembelajaran.
Tak hanya fokus pada angka, Sri Wedari juga menanamkan nilai-nilai kebangsaan melalui program ekstrakurikuler yang mengangkat kebudayaan Jawa Timur, seperti tari tradisional, karawitan, dan bahasa daerah. Program ini diharapkan menumbuhkan rasa kebanggaan lokal sekaligus menyiapkan generasi yang siap berkontribusi pada visi Indonesia Emas 2045, dimana kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penentu daya saing nasional.
Dalam sambutan penutup, Made Arya Wedhantara mengucapkan terima kasih kepada para tenaga pendidik atas dedikasi, loyalitas, dan kasih sayang yang telah mengantar ribuan siswa menapaki tahapan penting pendidikan mereka. “Kita tidak hanya mendidik, tetapi juga membentuk karakter bangsa,” pungkasnya. Dengan momentum 80 tahun, Perguruan Sri Wedari menegaskan komitmen untuk terus berinovasi, memperkuat jaringan dengan pemerintah daerah, dan menumbuhkan sinergi yang lebih luas demi tercapainya Indonesia Emas 2045.












