PSPK – 13 Mei 2026 | Venezuela kembali menjadi sorotan dunia setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan niatnya untuk menjadikan negara tersebut sebagai negara bagian ke-51 AS. Ide kontroversial ini muncul setelah penangkapan mantan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, oleh tentara AS pada 3 Januari 2026. Penangkapan ini dianggap oleh Trump sebagai kesempatan untuk menguasai kekayaan alam Venezuela, terutama cadangan minyak yang melimpah.
Dalam sebuah pernyataan, Delcy Rodriguez, Presiden sementara Venezuela, menegaskan bahwa pemerintahannya “tidak pernah” mempertimbangkan untuk bergabung dengan AS. Rodriguez, yang sebelumnya merupakan wakil presiden di bawah Maduro, menekankan bahwa rakyat Venezuela mencintai kemerdekaan dan sejarah perjuangan mereka. “Kami akan terus mempertahankan integritas, kedaulatan, kemerdekaan, dan sejarah kami,” ujarnya di Mahkamah Internasional di Den Haag.
Trump, dalam sebuah unggahan di platform media sosialnya, Truth Social, menyatakan, “Hal-hal baik terjadi pada Venezuela akhir-akhir ini! Saya bertanya-tanya tentang keajaiban apa ini? KEBANGSAAN, #51, ADA YANG TERTARIK?” Pernyataan ini memicu reaksi keras di Venezuela. Rodriguez menegaskan bahwa Venezuela bukan koloni, melainkan negara merdeka yang memiliki hak untuk menentukan nasibnya sendiri.
Venezuela dikenal memiliki salah satu cadangan minyak terbesar di dunia, dengan sekitar 17% dari total cadangan minyak global. Hal ini setara dengan sekitar 303 miliar barel. Namun, meskipun kaya akan sumber daya alam, produksi minyak Venezuela saat ini hanya mencapai 1,1 juta barel per hari. Keadaan ini kontras dengan potensi besar yang dimiliki negara tersebut.
Sejak mengambil alih kekuasaan, Rodriguez telah berupaya membuka hubungan diplomatik dengan AS, meskipun di bawah tekanan untuk memenuhi tuntutan Trump terkait akses ke sumber daya mineral dan energi Venezuela. Trump juga telah memuji reformasi yang dilakukan Rodriguez untuk membuka sektor pertambangan dan minyak bagi perusahaan asing, terutama dari AS.
Venezuela juga memiliki banyak kekayaan alam lainnya, termasuk taman nasional terbesar keenam di dunia, Taman Nasional Canaima, dan air terjun tertinggi di dunia, Salto Angel. Negara ini juga dikenal sebagai salah satu dari 17 negara megadiverse, dengan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi.
Di tengah ketegangan ini, hubungan Venezuela dengan AS terus memanas. Rodriguez menyatakan bahwa pemerintahannya sedang berupaya untuk bekerja sama dengan AS, meskipun tetap menegaskan kedaulatan negara. Wacana Trump untuk menjadikan Venezuela sebagai negara bagian AS tampaknya akan terus menimbulkan perdebatan baik di dalam negeri Venezuela maupun di arena internasional.
Dengan situasi yang terus berkembang, banyak yang bertanya-tanya apa langkah selanjutnya bagi Venezuela dan bagaimana respons dunia internasional terhadap rencana Trump. Sementara itu, Venezuela tetap berkomitmen untuk mempertahankan kemerdekaan dan hak-haknya sebagai sebuah negara.










