Project Seru Penuh Kejutan

Rupiah Melemah, Purbaya Yakinkan Krisis 1997 Tidak Terulang dengan Rupiah Rp 17.630 per Dolar AS

May 19, 2026 • 0 Views
Rupiah Melemah, Purbaya Yakinkan Krisis 1997 Tidak Terulang dengan Rupiah Rp 17.630 per Dolar AS
Rupiah Melemah, Purbaya Yakinkan Krisis 1997 Tidak Terulang dengan Rupiah Rp 17.630 per Dolar AS

PSPK – 19 Mei 2026 | Rupiah Rp 17.630 per Dolar AS, Purbaya Yakinkan Krisis 1997 Tidak Terulang menjadi topik hangat di kalangan ekonomi nasional. Nilai tukar rupiah terus melemah, namun Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yakin bahwa krisis moneter seperti yang terjadi pada tahun 1998 tidak akan terulang.

Penurunan Nilai Tukar Rupiah

Data pasar uang pada Senin (18/5) pagi menunjukkan bahwa nilai tukar rupiah melemah sebesar 33 poin atau 0,19 persen menjadi Rp 17.630 per dolar AS. Posisi ini menunjukkan penurunan dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp 17.597 per dolar AS.

Purbaya: Krisis 1997 Tidak Terulang

Purbaya menolak anggapan yang menyamakan pelemahan nilai tukar rupiah saat ini dengan situasi krisis moneter yang terjadi pada tahun 1998. Ia menyatakan bahwa fondasi ekonomi nasional saat ini masih sangat kokoh. "Kalau rupiah melemah, seolah-olah kita akan bergerak seperti 1998 lagi. Beda, 1998 itu kebijakannya salah dan 'instability social-politic' terjadi setelah setahun kita resesi," kata Purbaya.

Perbandingan dengan Krisis 1997

Purbaya menggambarkan bahwa pada pertengahan tahun 1997, Indonesia sudah mengalami resesi ekonomi, yang kemudian terjadi ketidakstabilan kondisi sosial politik dan memicu krisis moneter pada 1998. Namun, situasi sekarang berbeda karena pertumbuhan ekonomi dinilai masih berjalan kencang. Rupiah Rp 17.630 per Dolar AS, Purbaya Yakinkan Krisis 1997 Tidak Terulang menjadi bukti bahwa pemerintah telah belajar dari kesalahan masa lalu.

Langkah Pemerintah

Untuk menghadapi penurunan nilai tukar rupiah, pemerintah mulai hari ini masuk ke pasar obligasi dengan volume yang lebih signifikan. Langkah ini diambil guna mengendalikan pasar surat utang negara agar investor asing tidak melakukan aksi jual demi menghindari potensi kerugian modal (capital loss) akibat penurunan harga obligasi. Rupiah Rp 17.630 per Dolar AS, Purbaya Yakinkan Krisis 1997 Tidak Terulang menjadi prioritas utama pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Nasihat Purbaya

Purbaya juga meminta para pelaku pasar modal dan investor saham domestik untuk tidak panik menghadapi koreksi teknis yang sedang terjadi di lantai bursa. "Jadi teman-teman nggak usah khawatir. Investor pasar saham, kalau saya bilang, jangan takut serok bawah sekarang. Kalau saya lihat tekniknya, sehari dua hari udah balik. Jadi jangan lupa beli saham," ujarnya. Rupiah Rp 17.630 per Dolar AS, Purbaya Yakinkan Krisis 1997 Tidak Terulang menjadi harapan baru bagi investor dan masyarakat.

Dengan demikian, Rupiah Rp 17.630 per Dolar AS, Purbaya Yakinkan Krisis 1997 Tidak Terulang menjadi bukti bahwa pemerintah telah siap untuk menghadapi tantangan ekonomi global. Ekonomi nasional masih kokoh dan siap untuk terus berkembang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *