PSPK – 20 Mei 2026 | Presiden Prabowo Subianto menyinggung persoalan kesejahteraan guru dan aparatur sipil negara (ASN) saat menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-19 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Prabowo: Gaji Guru dan ASN Kecil karena Kekayaan RI Banyak Mengalir ke Luar Negeri menjadi sorotan utama dalam pidatonya.
Prabowo: Gaji Guru dan ASN Kecil karena Kekayaan RI Banyak Mengalir ke Luar Negeri
Dalam pemaparannya, Prabowo menampilkan data mengenai neraca ekonomi Indonesia selama 22 tahun terakhir yang menunjukkan besarnya aliran dana keluar dari dalam negeri. Prabowo: Gaji Guru dan ASN Kecil karena Kekayaan RI Banyak Mengalir ke Luar Negeri ini disebabkan oleh total keuntungan dagang Indonesia dalam 22 tahun terakhir mencapai USD 436 miliar, namun arus dana yang keluar dari Indonesia mencapai USD 343 miliar.
Paparan Data Arus Dana Keluar
Menurut Prabowo, jika dihitung secara keseluruhan, Indonesia hanya menyisakan sekitar USD 93 miliar dari total keuntungan tersebut. Prabowo: Gaji Guru dan ASN Kecil karena Kekayaan RI Banyak Mengalir ke Luar Negeri ini berdampak langsung terhadap kemampuan negara dalam membiayai berbagai sektor, termasuk kesejahteraan guru, ASN, dan aparat penegak hukum.
Prabowo menegaskan bahwa Prabowo: Gaji Guru dan ASN Kecil karena Kekayaan RI Banyak Mengalir ke Luar Negeri ini sebenarnya dapat diatasi jika pengelolaan sumber daya berjalan optimal. Ia menyoroti praktik export under-invoicing yang disebut telah berlangsung selama puluhan tahun dan menyebabkan potensi kerugian besar bagi negara.
Kesimpulan
Prabowo: Gaji Guru dan ASN Kecil karena Kekayaan RI Banyak Mengalir ke Luar Negeri menjadi perhatian serius bagi pemerintah. Prabowo menegaskan bahwa pemerintah harus berani menyampaikan kondisi sebenarnya kepada publik dan melakukan pembenahan terhadap lembaga-lembaga pemerintah secara menyeluruh agar tata kelola ekonomi nasional menjadi lebih baik.










