Project Seru Penuh Kejutan

Membangun Profesionalisme Dosen di Era Pendidikan Modern Melalui Program PEKERTI

May 9, 2026 • 0 Views
Membangun Profesionalisme Dosen di Era Pendidikan Modern Melalui Program PEKERTI
Membangun Profesionalisme Dosen di Era Pendidikan Modern Melalui Program PEKERTI

PSPK – 09 Mei 2026 | Di era pendidikan modern, peran dosen tidak lagi terbatas sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator pembelajaran, pembimbing akademik, dan agen perubahan. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi dosen menjadi sebuah keharusan. Salah satu program strategis yang dirancang untuk tujuan ini adalah Program Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI), sebuah pelatihan yang berfokus pada penguatan kemampuan pedagogik dosen di perguruan tinggi.

Program PEKERTI diikuti oleh berbagai dosen dari institusi pendidikan tinggi, termasuk di Universitas Komputama Cilacap UNIKMA. Keterlibatan dosen dalam program ini menunjukkan komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran serta menciptakan lingkungan akademik yang lebih profesional, adaptif, dan berorientasi pada mahasiswa. Dalam konteks ini, PEKERTI bukan sekadar pelatihan, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia di dunia pendidikan.

Konsep dan tujuan program PEKERTI adalah membekali dosen dengan keterampilan dasar dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran secara efektif. Program ini umumnya diselenggarakan oleh perguruan tinggi atau lembaga yang ditunjuk oleh pemerintah. Tujuan utama PEKERTI adalah meningkatkan kompetensi pedagogik dosen, mengembangkan metode pembelajaran inovatif, mendorong penggunaan teknologi dalam pembelajaran, dan meningkatkan kualitas interaksi dosen dan mahasiswa.

Materi dan kompetensi yang dikembangkan dalam PEKERTI mencakup perencanaan pembelajaran, metode dan strategi pembelajaran, evaluasi dan penilaian, serta pemanfaatan teknologi. Dosen dilatih menyusun rencana pembelajaran semester, capaian pembelajaran, dan strategi pembelajaran berbasis outcome. Mereka juga belajar merancang instrumen penilaian yang valid dan reliabel, rubrik penilaian, dan evaluasi berbasis kompetensi.

Implementasi program PEKERTI di lingkungan kampus membawa dampak nyata dalam proses pembelajaran. Dosen menjadi lebih terstruktur dalam menyusun materi, interaktif dalam menyampaikan pembelajaran, adaptif terhadap teknologi pendidikan, dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa. Mahasiswa pun merasakan perubahan signifikan, terutama dalam hal keterlibatan aktif di kelas, pemahaman materi, serta pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan bermakna.

Keikutsertaan dalam PEKERTI memberikan manfaat tidak hanya bagi dosen secara individu, tetapi juga bagi institusi dan sistem pendidikan secara keseluruhan. Bagi dosen, PEKERTI meningkatkan profesionalisme dan kredibilitas akademik. Bagi mahasiswa, program ini menyediakan kualitas pembelajaran yang lebih baik. Bagi institusi, PEKERTI meningkatkan mutu pendidikan dan daya saing kampus.

Meskipun memberikan banyak manfaat, implementasi hasil pelatihan PEKERTI juga menghadapi tantangan, seperti adaptasi terhadap teknologi baru, keterbatasan waktu dosen, dan variasi kemampuan pedagogik. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan pelatihan lanjutan, komunitas belajar dosen, dan dukungan institusi dalam bentuk kebijakan dan fasilitas.

Kesimpulan, program PEKERTI menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. Melalui pelatihan ini, dosen tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga pendidik yang mampu menginspirasi, membimbing, dan membentuk karakter mahasiswa. Komitmen Universitas Komputama Cilacap UNIKMA dalam mendorong dosennya mengikuti program PEKERTI menunjukkan keseriusan dalam membangun ekosistem pendidikan yang unggul dan berdaya saing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *