PSPK – 31 Mei 2026 | Pelatihan Soft Skill Sertifikasi BNSP FUSA Hadirkan Tiga Narasumber Kompeten menjadi sorotan utama pada acara yang digelar oleh Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) UIN Imam Bonjol Padang. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan digital yang relevan di era globalisasi, sekaligus memberikan peluang sertifikasi yang diakui secara nasional dan ASEAN.
Latar Belakang dan Tujuan Pelatihan
Program ini diluncurkan pada Minggu, 31 Mei 2026, di Laboratorium Komputer Gedung J UIN Imam Bonjol Padang. Dengan tema “Membekali Diri dengan Keterampilan Masa Depan, Raih Sertifikasi Profesi, Siap Bersaing di Era Global”, panitia berupaya menjawab kebutuhan pasar kerja yang semakin menuntut kompetensi digital. Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Ilhamni, menekankan pentingnya mengintegrasikan soft skill dengan hard skill digital agar lulusan tidak hanya siap bekerja, tetapi juga dapat menciptakan peluang usaha mandiri, seperti freelance atau layanan desain organisasi.
Susunan Acara dan Narasumber
Pembukaan dimulai pukul 08.55 WIB dengan Hafizhah Lutfiah Azzahra memandu acara, diikuti sambutan dari Wakil Dekan dan instruktur senior. Tiga narasumber utama yang dihadirkan adalah:
- Indri Sulistianingsih – Instruktur Konten Kreator dan asesor BNSP sejak 2021, yang membagikan strategi pembuatan konten yang menarik bagi platform digital.
- Suherman – Instruktur Video Editing, mengajarkan teknik editing tingkat lanjut serta pemanfaatan software profesional.
- Rahmad Budi Utomo – Instruktur Desain Grafis, menekankan pentingnya estetika visual dalam branding dan komunikasi visual.
Ketiga narasumber tersebut tidak hanya menyampaikan materi teoritis, tetapi juga memfasilitasi sesi praktik langsung, sehingga peserta dapat langsung mengaplikasikan pengetahuan yang didapat.
Materi Pelatihan dan Standar Sertifikasi
Setiap modul pelatihan mengacu pada standar kompetensi yang ditetapkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan. Peserta diajarkan cara membuat konten kreatif, mengedit video secara profesional, serta merancang grafis yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Selama sesi, Rahmad Budi Utomo menekankan pentingnya aktif bertanya untuk memaksimalkan hasil belajar.
Di akhir setiap hari, peserta mengikuti ujian kompetensi praktis yang akan dievaluasi oleh asesor BNSP. Lulus ujian ini berarti peserta memperoleh Sertifikat Profesi BNSP, yang diakui tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di negara-negara ASEAN, memberikan nilai tambah signifikan pada CV mereka.
Reaksi Peserta dan Harapan Kedepan
Mahasiswa yang mengikuti pelatihan mengaku sangat antusias. Salah satu peserta, Rina Safitri, menyatakan, “Materi yang diberikan sangat aplikatif. Saya kini percaya dapat mengembangkan karir freelance di bidang video editing dan desain grafis.” Ilhamni menambahkan bahwa FUSA akan terus memperluas kerjasama dengan industri digital untuk menyediakan peluang magang dan proyek nyata bagi mahasiswa.
Selain meningkatkan kompetensi individu, pelatihan ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di Sumatera Barat, khususnya dalam bidang teknologi informasi dan kreativitas digital.
Kesimpulan
Dengan mengusung tema yang kuat dan menghadirkan tiga narasumber kompeten, Pelatihan Soft Skill Sertifikasi BNSP FUSA Hadirkan Tiga Narasumber Kompeten berhasil menciptakan ekosistem belajar yang produktif. Sertifikasi BNSP FUSA tidak hanya menjadi bukti keahlian, tetapi juga pintu gerbang bagi mahasiswa untuk bersaing di pasar kerja global. Keberhasilan program ini menjadi contoh konkret bagaimana institusi pendidikan dapat berperan aktif dalam menyiapkan generasi yang siap menghadapi tantangan industri masa depan.












