Project Seru Penuh Kejutan

Masih Perlu 2 Bulan Lagi, Gubernur BI Berikan Janji Rupiah Menguat di Juli Nanti

May 19, 2026 • 0 Views
Masih Perlu 2 Bulan Lagi, Gubernur BI Berikan Janji Rupiah Menguat di Juli Nanti
Masih Perlu 2 Bulan Lagi, Gubernur BI Berikan Janji Rupiah Menguat di Juli Nanti

PSPK – 19 Mei 2026 | Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan hari ini melemah menjadi Rp 17.668 per dolar AS dari sebelumnya Rp 17.597 per dolar AS. Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp17.666 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.496 per dolar AS. Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan bahwa Masih Perlu 2 Bulan Lagi, Gubernur BI Berikan Janji Rupiah Menguat di Juli Nanti, karena faktor global dan faktor seasonal demand pada April, Mei, Juni.

Latar Belakang

Kebutuhan dolar Amerika Serikat (AS) meningkat secara musiman pada April-Juni akibat pembayaran utang luar negeri, repatriasi dividen, serta kebutuhan ibadah haji. Oleh karena itu, Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan bahwa Masih Perlu 2 Bulan Lagi, Gubernur BI Berikan Janji Rupiah Menguat di Juli Nanti, dengan harapan bahwa rerata nilai tukar rupiah sepanjang 2026 berada dalam kisaran asumsi makro APBN, yakni Rp 16.200 hingga Rp 16.800 per dolar AS.

Faktor Global

Selain faktor domestik karena tingginya permintaan valas, Perry menjelaskan bahwa tekanan terhadap rupiah saat ini dipengaruhi kondisi global yang memburuk sejak pecahnya perang di Timur Tengah pada Februari yang lalu. Meningkatnya risiko geopolitik global tecermin dari kenaikan credit default swap (CDS), lonjakan harga minyak dunia, serta tingginya inflasi di AS yang membuat peluang penurunan suku bunga The Fed semakin kecil.

Strategi Bank Indonesia

Bank Indonesia (BI) meyakini nilai tukar rupiah akan menguat mulai Juli 2026 seiring dengan meredanya tren permintaan valuta asing (valas) musiman yang meningkat pada periode April hingga Juni 2026. Oleh karena itu, Masih Perlu 2 Bulan Lagi, Gubernur BI Berikan Janji Rupiah Menguat di Juli Nanti, dengan harapan bahwa penguatan rupiah pada Juli dan Agustus akan menurunkan rerata tahunan kembali ke rentang target APBN.

Dari sisi arus modal, Perry mengungkapkan bahwa pasar saham mencatat arus keluar (outflow) Rp26,06 triliun pada Januari-Maret 2026, sedangkan pasar Surat Berharga Negara (SBN) mengalami outflow Rp25,1 triliun pada periode yang sama. Namun, dengan strategi yang tepat, Masih Perlu 2 Bulan Lagi, Gubernur BI Berikan Janji Rupiah Menguat di Juli Nanti, dengan harapan bahwa total inflow SRBI sepanjang April hingga 8 Mei 2026 mencapai Rp 75,31 triliun, sedangkan secara kumulatif sepanjang tahun berjalan (ytd) mencapai Rp 105,16 triliun.

Secara keseluruhan, Gubernur BI Perry Warjiyo yakin bahwa Masih Perlu 2 Bulan Lagi, Gubernur BI Berikan Janji Rupiah Menguat di Juli Nanti, dengan harapan bahwa penguatan rupiah pada Juli dan Agustus akan membawa dampak positif bagi perekonomian Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *