PSPK – 07 Mei 2026 | Kasus pemukulan yang menimpa Wakil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ronald A Sinaga alias Bro Ron, telah berakhir damai. Kasus ini berawal ketika Bro Ron bersama 15 orang lainnya yang merupakan karyawan PT Sinergi Karya Sejahtera datang untuk melakukan audiensi ke Kantor Michael Putra dan Partners terkait gaji para karyawan yang belum dibayarkan.
Situasi awalnya berjalan aman dan kondusif dengan pendampingan petugas. Namun, situasi berubah setelah muncul sekelompok orang tidak dikenal yang diduga melakukan intimidasi dan menghalang-halangi proses audiensi tanpa alasan jelas.
Bro Ron kemudian dipukul oleh dua orang bernama Ical dan Randi. Keduanya mengaku sebelum memukul Bro Ron, mereka lebih dahulu menjadi korban pemukulan. Selain itu, keduanya juga mengaku Bro Ron mengucapkan makian bernuansa SARA.
Kasus ini sempat memanas dan berujung pada saling lapor antara Bro Ron dengan Ical dan Randi. Namun, kedua belah pihak akhirnya sepakat untuk menempuh jalur restorative justice dan saling memaafkan.
Bro Ron mengaku telah mendengar penjelasan lengkap dari perspektif para pelaku dan menyatakan bahwa insiden tersebut dipicu oleh miss komunikasi. Ia juga menegaskan bahwa keputusannya untuk berdamai adalah karena ingin menjaga keharmonisan dan kesatuan.
Randi, salah satu pelaku pemukulan, membantah narasi di media sosial yang menyebut dia sebagai preman bayaran. Ia mengaku sebagai mahasiswa dan menyatakan bahwa kehadirannya di kantor firma hukum MPP di Menteng tidak direncanakan untuk membuat keributan atau melakukan intimidasi.
Ia mengaku emosinya tersulut hingga melakukan pemukulan semata-mata karena ingin membela kakaknya, Muhammad Rizal Berhet alias Ical, yang diduga mendapat cacian bernada rasisme. Randi juga mengakui kesalahannya karena telah bertindak berdasarkan emosi hingga tidak terkendali.
Kedua belah pihak telah mencabut laporan polisi dan sepakat untuk menyelesaikan kasus ini secara damai. Polisi menyebut masing-masing pihak telah saling memaafkan dan mengakui kesalahan.
Kasus ini telah menjadi perhatian publik dan berakhir dengan damai berkat kesepakatan kedua belah pihak. Bro Ron dan pelaku pemukulan telah saling memaafkan dan kasus ini telah ditutup.










