Project Seru Penuh Kejutan
Berita  

Inovasi Lapas Pangkalpinang: Program Kelurahan Binaan Resmi Jadi Andalan Pemkot

May 30, 2026 • 0 Views
Inovasi Lapas Pangkalpinang: Program Kelurahan Binaan Resmi Jadi Andalan Pemkot
Inovasi Lapas Pangkalpinang: Program Kelurahan Binaan Resmi Jadi Andalan Pemkot

PSPK – 30 Mei 2026 | Inovasi Lapas, Program Kelurahan Binaan Diresmikan Jadi Program Resmi Pemkot Pangkalpinang menjadi sorotan utama dalam upaya pemberdayaan narapidana sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. Langkah strategis ini diumumkan dalam audiensi antara Kepala Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, dengan Wali Kota H. Saparudin serta Wakil Wali Kota Dessy Ayutrisna pada Jumat, 29 Mei 2026.

Latar Belakang Kolaborasi

Pembentukan Program Kelurahan Binaan bermula dari kebutuhan mendesak untuk menciptakan sarana pembinaan yang tidak sekadar bersifat penjara, melainkan menjadi ruang belajar, kerja, dan kontribusi sosial. Lapas Pangkalpinang, yang selama ini dikenal memiliki tingkat recidivism yang relatif tinggi, memutuskan untuk menggandeng Kelurahan Tuatunu Indah, salah satu wilayah yang memiliki potensi pertanian dan komoditas buah nanas.

Rangkaian Kegiatan Unggulan

Sejak peluncurannya, program telah meluncurkan beberapa inisiatif yang memberikan manfaat ganda:

  • Pupuk Kompos dari Limbah Organik – Warga binaan mengolah sampah organik menjadi kompos yang kemudian disalurkan kepada petani lokal, meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas pertanian.
  • Pelatihan Pengolahan Buah Nanas – Narapidana diberikan keterampilan mengolah nanas menjadi produk bernilai tinggi seperti manisan, sirup, dan keripik, yang dipasarkan di pasar tradisional dan daring.
  • Kelas Kewirausahaan – Sesi pembekalan mengenai manajemen usaha, pemasaran, serta pencatatan keuangan diadakan secara rutin.

Dukungan Pemerintah Kota

Pertemuan audiensi menegaskan komitmen Pemerintah Kota Pangkalpinang untuk menjadikan program ini bagian resmi dari agenda kerja daerah. Wali Kota H. Saparudin menyatakan, “Kami melihat program ini sebagai model inovatif yang dapat direplikasi di wilayah lain, karena memberikan nilai tambah bagi produk unggulan daerah serta menurunkan beban sosial terkait narapidana.”

Selain dukungan politik, alokasi anggaran khusus dan penyediaan fasilitas pelatihan turut dipastikan oleh dinas terkait. Asisten I Bidang Pemerintahan Kota, Camat Gerunggang Richard Syam, menambahkan bahwa koordinasi lintas sektoral akan dipertajam untuk mengoptimalkan hasil program.

Manfaat bagi Masyarakat dan Narapidana

Manfaat langsung yang dirasakan meliputi peningkatan pendapatan petani melalui penggunaan pupuk organik, serta peningkatan keterampilan kerja bagi warga binaan yang kini memiliki portofolio produk nanas yang dapat dijual. Iwan Bernadi, Lurah Tuatunu Indah, mencatat bahwa permintaan pasar terhadap produk kompos dan olahan nanas semakin meningkat, membuka peluang ekspansi ke pasar regional.

Harapan dan Tantangan Kedepan

Meski antusiasme tinggi, program tetap menghadapi beberapa tantangan, antara lain kebutuhan akan pelatihan lanjutan, akses pasar yang lebih luas, dan mekanisme monitoring yang transparan. Sugeng Indrawan menekankan pentingnya sinergi berkelanjutan antara Lapas, pemerintah, dan masyarakat sipil untuk memastikan program tidak hanya menjadi inisiatif satu kali, tetapi menjadi fondasi pembangunan sosial jangka panjang.

Dengan resmi dijadikan program kerja Pemkot Pangkalpinang, Inovasi Lapas, Program Kelurahan Binaan Diresmikan Jadi Program Resmi Pemkot Pangkalpinang diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengintegrasikan sistem pemasyarakatan dengan pembangunan ekonomi lokal.

Secara keseluruhan, keberhasilan program ini menandai babak baru dalam kebijakan pemasyarakatan Indonesia, di mana rehabilitasi tidak lagi dipandang sebagai proses terisolasi, melainkan sebagai bagian integral dari strategi pembangunan daerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *