Project Seru Penuh Kejutan

Ekonom Prediksi USD Bisa Tembus Rp 18.000, Yield Obligasi AS Jadi Pemicu Utama: Apa yang Harus Dilakukan?

May 20, 2026 • 0 Views
Ekonom Prediksi USD Bisa Tembus Rp 18.000, Yield Obligasi AS Jadi Pemicu Utama: Apa yang Harus Dilakukan?
Ekonom Prediksi USD Bisa Tembus Rp 18.000, Yield Obligasi AS Jadi Pemicu Utama: Apa yang Harus Dilakukan?

Ekonom Prediksi USD Bisa Tembus Rp 18.000, Yield Obligasi AS Jadi Pemicu Utama

PSPK – 20 Mei 2026 | Ekonom dan analis pasar modal Ferry Latuhihin memprediksi tekanan terhadap nilai tukar rupiah masih akan berlanjut dalam waktu dekat. Bahkan, ia memperkirakan kurs rupiah berpotensi menembus level Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat. Menurut Ferry, salah satu faktor utama yang menekan rupiah saat ini adalah kenaikan yield obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor 10 tahun atau US Treasury 10 tahun.

“Sekarang tekanan terhadap rupiah bertambah. Yield US 10-Treasury sudah di 4,6 persen dan bisa naik ke 4,9 persen,” kata Ferry. Kenaikan yield obligasi AS biasanya mendorong investor global memindahkan dananya ke aset yang dianggap lebih aman. Kondisi itu membuat mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, mengalami tekanan.

Faktor Eksternal dan Internal

Selain faktor eksternal tersebut, Ferry menilai lonjakan harga minyak dunia turut mempersempit ruang penguatan rupiah. “Harga minyak yang terus merangkak naik juga tidak memberikan ruang bagi rupiah untuk bertahan walaupun BI mati-matian intervensi,” ujarnya. Dengan kombinasi tekanan dari yield obligasi AS dan kenaikan harga minyak, Ferry memperkirakan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah bisa menyentuh level psikologis baru dalam waktu dekat. “Minggu ini naga-naganya dolar bisa ke Rp 18.000,” katanya.

Ekonom Prediksi USD Bisa Tembus Rp 18.000, Yield Obligasi AS Jadi Pemicu Utama ini memang menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan pelaku ekonomi. Ferry juga menyoroti sentimen investor asal China terhadap iklim investasi di Indonesia. Menurut dia, sejumlah pelaku usaha China mulai menyampaikan keberatan terhadap beberapa kebijakan pemerintah, termasuk kenaikan pajak dan royalti.

Tantangan dan Solusi

Ia menilai apabila sentimen negatif investor terus berlanjut, tekanan terhadap rupiah berpotensi semakin besar. “Kekuatan lain yang bisa menghancurkan rupiah adalah China yang sangat kecewa,” ucapnya. Ferry menekankan stabilitas rupiah tidak hanya dipengaruhi faktor global, tetapi juga persepsi investor terhadap kepastian dan kenyamanan berinvestasi di Indonesia. Karena itu, ia menilai pemerintah perlu menjaga kebijakan yang mampu mempertahankan kepercayaan pasar serta mendorong arus modal masuk ke dalam negeri.

Ekonom Prediksi USD Bisa Tembus Rp 18.000, Yield Obligasi AS Jadi Pemicu Utama merupakan fenomena yang kompleks dan memerlukan perhatian dari berbagai pihak. Dengan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi nilai tukar rupiah, diharapkan pemerintah dan pelaku ekonomi dapat mengambil langkah-langkah strategis untuk menghadapi tantangan ini dan mempertahankan stabilitas ekonomi Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *