Project Seru Penuh Kejutan
Berita  

DLH Mataram Rencanakan Penataan Lapak Pedagang di RTH Pagutan: Wajah Baru Ruang Publik Tanpa Hilangkan Nadi Ekonomi Warga

May 29, 2026 • 0 Views
DLH Mataram Rencanakan Penataan Lapak Pedagang di RTH Pagutan: Wajah Baru Ruang Publik Tanpa Hilangkan Nadi Ekonomi Warga
DLH Mataram Rencanakan Penataan Lapak Pedagang di RTH Pagutan: Wajah Baru Ruang Publik Tanpa Hilangkan Nadi Ekonomi Warga

PSPK – 29 Mei 2026 | MATARAM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram mulai merancang langkah strategis terkait penataan lapak pedagang di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pagutan. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap semakin padatnya aktivitas ekonomi dan olahraga yang berlangsung secara bersamaan di kawasan tersebut. DLH Mataram Rencanakan Penataan Lapak Pedagang di RTH Pagutan sebagai upaya menciptakan keseimbangan antara fungsi ruang publik dan kebutuhan ekonomi masyarakat.

Masalah yang Mendorong Penataan

RTH Pagutan dalam beberapa tahun terakhir menjelma menjadi salah satu ruang publik paling favorit di Kota Mataram. Setiap pagi dan sore hari, kawasan tersebut dipenuhi warga yang berolahraga, berjalan santai, hingga berkumpul bersama keluarga. Daya tarik kawasan ini bahkan mampu menarik pengunjung dari luar Kota Mataram berkat suasana asri dan representatif yang ditawarkan.

Namun, di balik popularitasnya, muncul persoalan yang tak kalah mendesak. Sejumlah pedagang mendirikan lapak secara mandiri di sepanjang jalur jogging track. Kondisi ini secara nyata mempersempit akses pejalan kaki, mengganggu aktivitas olahraga, dan mengurangi kenyamanan pengunjung secara keseluruhan. Lapak-lapak liar yang tumbuh tanpa kontrol juga berpotensi merusak estetika kawasan hijau yang menjadi paru-paru kota.

Kepala DLH Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahayadi, menegaskan bahwa rencana penataan ini tidak bermaksud menghilangkan aktivitas pedagang, melainkan menatanya agar lebih teratur dan tidak mengganggu fungsi utama kawasan.

“Tujuannya supaya pedagang tetap bisa berjualan, tetapi kawasan juga tetap nyaman untuk masyarakat yang datang berolahraga atau sekadar bersantai,” ujarnya saat ditemui pada Rabu, 27 Mei 2026.

Konsep Penataan: Seragam, Rapi, dan Terpusat

Rencana penataan lapak yang disiapkan oleh DLH Kota Mataram tidak sekadar soal pemindahan atau pengaturan posisi pedagang. Konsep yang dirancang jauh lebih komprehensif, mencakup desain bangunan yang seragam agar kawasan terlihat lebih tertata dan estetis.

Salah satu konsep utama yang direncanakan adalah pembangunan atap lapak dengan model yang seragam dan terpusat pada satu titik tertentu. Dengan pendekatan ini, pedagang tidak lagi berjualan secara sporadis di sepanjang jalur jogging track, melainkan terkonsolidasi dalam satu area khusus yang telah dirancang.

“Kita rencanakan membuat atap yang seragam supaya lebih rapi dan terpusat di satu titik,” kata Nizar.

Pendekatan ini diharapkan mampu menjawab dua kebutuhan sekaligus: memberikan ruang yang layak bagi pedagang untuk mengais rezeki, dan menjaga fungsi RTH Pagutan sebagai ruang publik yang nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat. Konsep penyeragaman desain ini juga dipercaya dapat meningkatkan citra kawasan dan menarik lebih banyak pengunjung.

Tahapan Awal: Pondasi dan Swadaya Pedagang

Meski konsep penataan secara menyeluruh masih dalam tahap finalisasi, DLH Kota Mataram tidak tinggal diam. Tahapan awal pembangunan sudah dimulai dengan menyiapkan pondasi lapak menggunakan timbunan tanah. Proses ini dilakukan secara bertahap sambil menunggu penyelesaian desain penataan secara keseluruhan.

Yang menarik, pembangunan atap lapak nantinya akan dilakukan secara swadaya oleh para pedagang melalui sistem iuran. Keterlibatan langsung pedagang dalam proses penataan ini bukan tanpa alasan. DLH berharap pendekatan swadaya dapat menumbuhkan rasa memiliki di kalangan pedagang, sehingga mereka turut bertanggung jawab menjaga kebersihan dan ketertiban kawasan.

“Kalau untuk urukan tanahnya itu swadaya pedagang,” ungkap Nizar.

Skema swadaya ini sejalan dengan filosofi bahwa penataan kawasan publik sebaiknya melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Ketika pedagang merasa memiliki kontribusi dalam pembangunan, besar kemungkinan mereka akan lebih peduli terhadap kelestarian dan kerapian kawasan tersebut.

Rencana Jangka Panjang: Sentra Kuliner dan UMKM

Selain penataan bersifat sementara, DLH Kota Mataram juga memiliki visi jangka panjang yang lebih ambisius. Pemerintah kota berencana menghadirkan konsep lapak permanen yang terinspirasi dari model pengelolaan kawasan Eks Pelabuhan Ampenan. Konsep tersebut diharapkan mampu menciptakan sentra kuliner dan UMKM yang tertata, profesional, dan menjadi daya tarik baru bagi warga Kota Mataram maupun wisatawan.

Namun demikian, realisasi rencana besar ini masih terbentur keterbatasan anggaran daerah. Pemerintah Kota Mataram saat ini berada dalam tahap efisiensi fiskal, sehingga rencana pembangunan permanen harus disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah.

“Niatnya memang ke arah sana, tetapi kita lihat nanti kalau memang ada kemampuan keuangan daerah supaya bisa terakomodasi,” jelas Nizar.

Meski terkendala anggaran, langkah ini menunjukkan keseriusan DLH dalam memandang penataan RTH Pagutan bukan sekadar proyek jangka pendek, melainkan bagian dari rencana besar pengembangan ruang publik yang berkelanjutan. Jika rencana ini terealisasi, RTH Pagutan berpotensi menjadi model pengelolaan ruang terbuka hijau yang terintegrasi dengan aktivitas ekonomi masyarakat.

Keseimbangan Antara Ekonomi dan Ruang Publik

Inisiatif DLH Mataram Rencanakan Penataan Lapak Pedagang di RTH Pagutan sesungguhnya merepresentasikan tantangan yang dihadapi banyak kota di Indonesia: bagaimana memenuhi kebutuhan ekonomi warga tanpa mengorbankan kenyamanan dan fungsi ruang publik. Keberadaan pedagang di RTH Pagutan merupakan bagian tak terpisahkan dari aktivitas ekonomi masyarakat yang perlu difasilitasi, bukan ditiadakan.

Dengan meningkatnya jumlah pengunjung dari waktu ke waktu, penataan kawasan menjadi kebutuhan yang tak bisa ditunda. RTH Pagutan bukan lagi sekadar ruang hijau biasa — ia telah menjadi pusat aktivitas sosial, olahraga, dan ekonomi bagi ribuan warga. Tanpa penataan yang tepat, potensi konflik antara fungsi ruang terbuka dan aktivitas perdagangan akan terus meningkat.

Langkah penataan lapak yang dilakukan DLH Mataram menawarkan pendekatan yang moderat: tidak mengusir pedagang, tetapi juga tidak membiarkan kawasan tumbuh tanpa arah. Dengan konsep desain seragam, konsolidasi lokasi, dan partisipasi swadaya pedagang, diharapkan tercipta harmoni antara kepentingan ekonomi dan kenyamanan publik.

Kesimpulan

Rencana DLH Mataram Rencanakan Penataan Lapak Pedagang di RTH Pagutan merupakan langkah progresif yang patut diapresiasi. Di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah kota tetap berupaya mencari solusi terbaik melalui pendekatan bertahap dan kolaboratif bersama pedagang. Jika penataan ini berjalan sesuai rencana, RTH Pagutan tidak hanya akan menjadi ruang hijau yang asri, tetapi juga sentra ekonomi masyarakat yang tertib, nyaman, dan estetis — sebuah model keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian ruang publik yang bisa menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *