PSPK – 29 Mei 2026 | Paris — Suasana haru dan penuh harapan menyelimuti pertemuan diaspora Indonesia di Paris saat menyambut kedatangan Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kenegaraan pada Selasa, 26 Mei 2026. Dalam kesempatan tersebut, warga negara Indonesia yang berdomisili di Prancis menyampaikan sejumlah aspirasi, utamanya terkait penguatan sektor pendidikan dan kewirausahaan. Diaspora Berharap Presiden Prabowo Perkuat Kerja Sama Pendidikan dengan Prancis LPP RRI menjadi sorotan utama dalam pertemuan hangat itu, di mana para perwakulan masyarakat Indonesia di Prancis menekankan pentingnya kolaborasi strategis antarkedua negara di berbagai bidang.
Kunjungan Presiden Prabowo ke Paris ini merupakan balasan atas kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Indonesia pada tahun sebelumnya. Pertemuan kedua pemimpin negara tersebut dipandang sebagai momentum bersejarah untuk memperdalam hubungan bilateral yang telah terjalin selama beberapa dekade. Sejumlah sektor strategis, mulai dari pertahanan, energi terbarukan, hingga pendidikan, menjadi agenda utama pembahasan dalam pertemuan tingkat tinggi ini.
Aspirasi Diaspora: Pendidikan dan Kewirausahaan sebagai Pilar Utama
Di tengah antusiasme menyambut Presiden Prabowo, sejumlah diaspora Indonesia menyampaikan harapan mereka secara langsung. Salah satu perwakulan diaspora, Feliana, menyerukan agar pemerintah Indonesia terus membuka ruang kolaborasi bagi warga negara Indonesia yang berada di luar negeri. Menurutnya, penguatan hubungan bilateral Indonesia dan Prancis memiliki dampak signifikan terhadap pengembangan usaha dan jejaring bisnis yang telah dibangun oleh para diaspora selama ini.
“Semoga Pak Presiden terus mempererat hubungan Indonesia dan Prancis, khususnya mengikutsertakan semua diaspora Indonesia. Untuk membangun lebih entrepreneurship dan bisnis di Prancis,” ujar Feliana dengan penuh semangat.
Feliana juga memaparkan bahwa diaspora Indonesia di Prancis saat ini tengah aktif membangun wadah kolaborasi bernama Bhinneka. Organisasi tersebut didirikan dengan tujuan mempererat hubungan bisnis antara pelaku usaha Indonesia dan Prancis. Diharapkan, wadah ini mampu menjadi jembatan kolaborasi ekonomi yang kuat antarkedua negara di masa mendatang.
“Kami juga mendirikan klub namanya Bhinneka. Supaya bisa mempererat hubungan kerja sama Prancis dan Indonesia di bidang bisnis,” tambah Feliana.
Harapan Mahasiswa: Perluasan Akses Pertukaran Pelajar
Tidak hanya soal bisnis dan kewirausahaan, isu pendidikan juga menjadi perhatian utama diaspora Indonesia di Prancis. Amanda, seorang mahasiswi Indonesia yang tengah menempuh studi di Paris, turut menyuarakan harapannya agar kunjungan kenegaraan ini berdampak positif bagi kerja sama pendidikan antarkedua negara. Diaspora Berharap Presiden Prabowo Perkuat Kerja Sama Pendidikan dengan Prancis LPP RRI tercermin dari aspirasi para pelajar yang menginginkan lebih banyak program pertukaran pelajar dan kerja sama akademis.
“Kebetulan saya juga mahasiswa, jadi harapan ke depannya semoga semakin banyak acara-acara atau pertukaran pelajar di Prancis dan Indonesia,” ujar Amanda dengan nada optimistis.
Amanda menambahkan bahwa hubungan bilateral Indonesia dan Prancis di bidang pendidikan perlu terus dikembangkan. Ia berharap program-program kerja sama yang sudah ada dapat diperluas dan diperkuat, sehingga lebih banyak generasi muda Indonesia yang mendapat kesempatan untuk belajar dan berkembang di Prancis, begitu pula sebaliknya.
“Semoga Pak Presiden semakin sukses dan program-programnya juga semakin berjalan dengan lancar,” ucap Amanda menutup pernyataannya.
Kunjungan Kenegaraan yang Sarat Makna Strategis
Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Prancis ini bukan sekadar kunjungan protokoler biasa. Pertemuan tingkat tinggi antara Presiden Prabowo dan Presiden Emmanuel Macron membahas sejumlah agenda strategis yang memiliki dampak jangka panjang bagi kedua negara. Dalam konteks ini, Diaspora Berharap Presiden Prabowo Perkuat Kerja Sama Pendidikan dengan Prancis LPP RRI menjadi cerminan dari harapan besar masyarakat Indonesia di luar negeri agar diplomasi yang dilakukan pemerintah tidak hanya berfokus pada sektor pertahanan dan ekonomi, tetapi juga pada pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan.
Sejumlah sektor penting yang menjadi fokus pembahasan dalam kunjungan ini antara lain:
- Kerja Sama Pertahanan: Penguatan aliansi strategis di bidang pertahanan dan keamanan, termasuk pengadaan alat utama sistem persenjataan dan transfer teknologi militer.
- Energi Terbarukan: Kolaborasi dalam pengembangan energi bersih dan berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen kedua negara terhadap isu perubahan iklim.
- Pendidikan dan Riset: Perluasan kerja sama antaruniversitas, program pertukaran pelajar, serta penelitian bersama di berbagai bidang ilmu pengetahuan.
- Ekonomi dan Kewirausahaan: Penguatan perdagangan bilateral dan dukungan terhadap pelaku usaha kecil dan menengah dari kedua negara.
Peran Strategis Diaspora dalam Diplomasi Indonesia
Kehadiran diaspora Indonesia di berbagai belahan dunia telah menjadi aset berharga bagi bangsa. Di Prancis sendiri, komunitas Indonesia tidak hanya berperan sebagai duta budaya, tetapi juga aktif dalam membangun jaringan bisnis, akademis, dan sosial yang menghubungkan Indonesia dengan Eropa. Aspirasi yang disampaikan oleh para diaspora kepada Presiden Prabowo menunjukkan besarnya harapan mereka untuk dilibatkan secara lebih aktif dalam pembangunan hubungan bilateral.
Organisasi Bhinneka yang didirikan oleh diaspora Indonesia di Prancis merupakan contoh nyata dari inisiatif mandiri warga negara Indonesia di luar negeri. Keberadaan organisasi semacam ini menunjukkan bahwa diaspora memiliki kapasitas dan kemauan untuk menjadi penggerak kerja sama ekonomi antarkedua negara. Dengan dukungan pemerintah yang memadai, potensi kolaborasi ini dapat dimaksimalisasi untuk kepentingan bersama.
Seperti yang disampaikan Feliana, keberadaan diaspora di luar negeri sejatinya merupakan perpanjangan tangan bangsa Indonesia. Mereka tidak hanya membawa nama baik negara, tetapi juga aktif berkontribusi dalam membangun citra positif Indonesia di mata dunia internasional. Oleh karena itu, melibatkan diaspora dalam setiap kerja sama bilateral merupakan langkah strategis yang patut mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Masa Depan Hubungan Indonesia-Prancis
Dengan berbagai agenda strategis yang dibahas dalam kunjungan kenegaraan ini, masa depan hubungan Indonesia dan Prancis tampak semakin cerah. Kolaborasi di berbagai sektor, dari pertahanan hingga pendidikan, diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara. Khususnya di bidang pendidikan, perluasan program pertukaran pelajar dan kerja sama akademis akan membuka peluang lebih besar bagi generasi muda Indonesia untuk mengakses pendidikan berkualitas di Prancis.
Kunjungan ini juga menjadi bukti bahwa Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto serius dalam memperkuat hubungan diplomatik dengan negara-negara mitra strategis. Dengan memasukkan aspirasi diaspora sebagai bagian dari agenda diplomasi, pemerintah menunjukkan komitmennya untuk mendengarkan dan melibatkan seluruh elemen bangsa dalam proses pengambilan keputusan di tingkat internasional.
Diaspora Berharap Presiden Prabowo Perkuat Kerja Sama Pendidikan dengan Prancis LPP RRI bukan sekadar slogan, melainkan cerminan dari keinginan nyata masyarakat Indonesia di luar negeri agar hubungan bilateral kedua negara terus berkembang ke arah yang lebih baik. Dengan kolaborasi yang erat antara pemerintah dan diaspora, Indonesia dan Prancis memiliki potensi besar untuk membangun kemitraan strategis yang saling menguntungkan di masa mendatang.
Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Paris menjadi penanda bahwa diplomasi Indonesia terus bergerak maju. Harapan besar diaspora Indonesia di Prancis agar kerja sama pendidikan, bisnis, dan kewirausahaan semakin diperkuat direspons positif oleh pemerintah. Momentum ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam sejarah hubungan bilateral Indonesia dan Prancis, yang tidak hanya menguntungkan kedua negara secara ekonomi dan politis, tetapi juga memperkaya pengalaman dan wawasan generasi muda kedua bangsa melalui program-program pendidikan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.










