PSPK – 23 April 2026 | DPD Partai Amanat Nasional (PAN) di Kota Cilegon kini mempercepat persiapan pemilu dengan menuntaskan proses penjaringan formatur PAN untuk tingkat DPC. Langkah ini merupakan bagian dari strategi memperkuat basis organisasi hingga ke tingkat kecamatan.
Ketua Steering Committee (SC) Penjaringan Formatur, Tatan Spartan, menyatakan keyakinannya bahwa struktur yang kuat di level bawah akan meningkatkan peluang partai meraih suara lebih banyak. Ia menekankan bahwa sebelumnya satu figur mampu memperoleh 43.000 suara, sementara kini dengan kewenangan partai yang lebih luas, pengurus kecamatan, kota, dan cabang dapat dioptimalkan untuk mencapai target.
Target utama PAN Cilegon adalah menembus posisi strategis di parlemen daerah, khususnya memperoleh jabatan Ketua Dewan. “Kami ingin pecah telur menjadi Ketua Dewan minimal,” ujar Tatan.
Selain fokus pada jabatan legislatif, PAN juga berupaya membentuk kepengurusan kecamatan yang aktif, mengerti, dan dekat dengan masyarakat. Menurutnya, kualitas pengurus di level kecamatan menjadi kunci keberhasilan strategi politik.
Proses penjaringan formatur PAN dimulai pertengahan April 2026 dengan tahapan pengambilan dan pengembalian formulir. Berikut rangkaian waktunya:
- 15 April 2026: Pembukaan pendaftaran
- 16 April 2026: Pengambilan formulir pertama
- 17‑19 April 2026: Pengambilan formulir lanjutan
- 22 April 2026: Pengembalian formulir secara serentak di semua kecamatan
Hasilnya, jumlah pendaftar telah memenuhi ketentuan partai, yaitu minimal tiga dan maksimal sepuluh formatur di tingkat DPC. Selanjutnya, SC akan menggelar rapat pada 24 April untuk finalisasi.
Kekompakan internal menjadi fondasi utama. Tatan menekankan pentingnya satu visi dan satu aturan main dalam PAN untuk menghadapi agenda politik ke depan.
Ketua DPD PAN Cilegon, Dede Rohana Putra, menambah bahwa setiap kader harus siap ditempatkan pada posisi apapun yang diperlukan, baik sebagai Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, maupun Bendahara. Ia memberikan contoh pengabdian pribadi dengan menerima penugasan meski berbeda dari harapan pribadi, sebagai bukti loyalitas terhadap partai.










