PSPK – 19 April 2026 | Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera terus menyalurkan bantuan perbaikan rumah kepada penyintas bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hingga 17 April 2026, total dana yang telah disalurkan mencapai Rp537,22 miliar untuk memperbaiki 26.849 unit rumah.
Berikut rincian bantuan per provinsi:
| Provinsi | Rumah Rusak Ringan | Rumah Rusak Sedang | Total Nilai Bantuan (Rp Miliar) |
|---|---|---|---|
| Aceh | 12.856 unit | 9.347 unit | 473,25 |
| Sumatera Utara | 2.232 unit | 1.228 unit | 40,56 |
| Sumatera Barat | 811 unit | 375 unit | 23,415 |
Setiap rumah yang tergolong rusak ringan menerima bantuan sebesar Rp15 juta, sedangkan rumah rusak sedang mendapatkan Rp30 juta. Selain itu, penyintas juga memperoleh uang isi hunian sebesar Rp3 juta, stimulan ekonomi Rp5 juta, dan bantuan jaminan hidup (Jadup) Rp450 ribu per orang per bulan.
Program ini berjalan seiring dengan pembangunan hunian tetap (huntap) dan hunian sementara (huntara). Hingga 17 April 2026, kebutuhan huntap diproyeksikan sebanyak 39.021 unit, dengan 241 unit sudah selesai dibangun dan 1.243 unit dalam proses. Untuk huntara, 19.028 unit telah selesai, menyentuh 92 persen target.
Ketua Satgas PRR, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan bahwa bantuan diberikan langsung kepada pemilik rumah agar dapat melakukan renovasi secara mandiri, mempercepat pemulihan kehidupan pascabencana.










