PSPK – 18 April 2026 | Pasar keuangan global mengalami perubahan signifikan pada Jumat, ketika harapan terwujudnya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran memicu lonjakan saham melonjak sekaligus penurunan tajam harga minyak.
Harga Minyak Turun
Brent turun 9 % menjadi $90,38 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) melemah 11,45 % menjadi $83,85 per barel. Meskipun masih di atas level pra‑perang sekitar $70, harga tersebut berada jauh di bawah puncak akhir Maret yang hampir $120 per barel.
Indeks Saham Mencetak Rekor
Wall Street berakhir pada level tertinggi ketiga berturut‑urut. Dow Jones naik 1,79 % menjadi 49.447,43 poin, S&P 500 naik 1,2 % menjadi 7.126,06 poin, dan Nasdaq Composite melonjak 1,52 % hingga 24.468,48 poin. Indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 juga menutup pada rekor tertinggi.
| Indeks | Perubahan | Penutupan |
|---|---|---|
| Dow Jones | +1,79 % | 49.447,43 |
| S&P 500 | +1,20 % | 7.126,06 |
| Nasdaq | +1,52 % | 24.468,48 |
| Russell 2000 | +? % | Rekor tertinggi |
Saham energi besar yang sebelumnya terbantu dari harga minyak tinggi mengalami penurunan, dengan Exxon Mobil turun 3,6 % dan Chevron turun 2,2 %. Sebaliknya, maskapai penerbangan seperti American Airlines dan United Airlines mencatat kenaikan tajam.
Obligasi dan Dolar
Yield Treasury AS 10‑tahun turun 6,5 basis poin menjadi 4,246 %, menandai level terendah sejak pertengahan Maret. Yield 2‑tahun juga turun 7,8 basis poin ke 3,7 %. Dolar AS melemah, indeks dolar turun menjadi 98,19 setelah mencapai 97,632, level terendah tujuh minggu.
- Penurunan harga energi mengurangi tekanan inflasi.
- Peningkatan harapan damai menurunkan premi risiko geopolitik.
- Obligasi pemerintah AS tetap lebih kuat dibanding obligasi Eropa.
Para analis menilai bahwa meski gencatan senjata belum pasti berkelanjutan, sentimen positif saat ini cukup kuat untuk mendorong saham melonjak dan menurunkan volatilitas pasar.












