PSPK – 13 April 2026 | London – Pada Sabtu, 11 April 2024, aksi protes menentang kenaikan harga bahan bakar yang tajam melanda seluruh wilayah Irlandia. Demonstrasi yang dipimpin oleh pengemudi truk, petani, serta operator taksi dan bus menyebabkan blokade pada satu-satunya kilang bahan bakar nasional dan beberapa depot penyimpanan, sehingga lebih dari sepertiga dari total 1.500 stasiun layanan (SPBU) di negara tersebut kehabisan stok.
Blokade jalan utama di sekitar ibu kota Dublin serta enam jalan raya penting lainnya memperparah krisis pasokan. Polisi Irlandia menginstruksikan semua personelnya siap dipanggil selama akhir pekan, sementara militer berada dalam keadaan siaga untuk membantu mengatasi kendaraan yang menghalangi arus lalu lintas.
Protes bermula pada hari Selasa dan menyebar cepat melalui media sosial. Para pengunjuk rasa menuntut penetapan harga bahan bakar yang lebih terjangkau, pemotongan pajak cukai, atau pengurangan pajak karbon. Mereka menuduh pemerintah belum mengambil langkah cukup tegas untuk melindungi konsumen di tengah lonjakan harga global yang dipicu konflik di Timur Tengah.
Perdana Menteri Micheál Martin pada Jumat menyatakan bahwa Irlandia berada pada ambang menolak kapal tanker karena kekurangan global, dan menegaskan bahwa situasi ini "tidak dapat diterima, tidak logis, dan sulit dipahami". Ia menambahkan bahwa pemerintah bertekad melanjutkan pembicaraan dengan para pengunjuk rasa pada hari Sabtu untuk mencari solusi.
Berikut beberapa langkah yang telah diambil pemerintah Irlandia dua minggu lalu untuk menurunkan beban harga bahan bakar:
- Pengurangan sementara pajak cukai bahan bakar kendaraan bermotor.
- Perluasan potongan harga khusus bagi pengemudi truk dan operator bus yang menggunakan diesel.
- Perpanjangan program bantuan bagi rumah tangga berpenghasilan rendah dalam menutupi biaya pemanasan.
Meskipun demikian, penurunan biaya tersebut tidak mampu mengimbangi kenaikan harga internasional yang terus melambung, sehingga stok di SPBU tetap menipis.
Menteri Kehakiman Jim O’Callaghan menuduh adanya pihak luar yang memanipulasi demonstran demi agenda tertentu, bahkan menyebut mereka benar‑benar ingin merusak negara.
Jika blokade jalan tidak dihentikan, perkiraan Kevin McPartlan, Kepala Eksekutif Fuels for Ireland, menyatakan bahwa jumlah SPBU yang kehabisan bahan bakar dapat meningkat secara signifikan, memperburuk krisis energi di seluruh negeri.
Situasi kini berada pada titik krusial, menuntut koordinasi antara aparat keamanan, pemerintah, dan pemilik fasilitas energi untuk memastikan pasokan bahan bakar kembali stabil dan menghindari dampak lebih luas pada kegiatan ekonomi serta mobilitas warga.










