PSPK – 11 April 2026 | Petani kelapa sawit di Sumatera Utara menyambut baik kenaikan harga Tanda Buah Segar (TBS) pada pekan ini. Harga rata‑rata naik menjadi antara Rp 3.150‑Rp 3.430 per kilogram, melampaui batas Rp 3.000/kg yang menjadi tolak ukur kesejahteraan petani.
Berikut adalah harga TBS per kilogram yang dilaporkan di 15 kabupaten/kota penghasil sawit di Sumut pada pekan ini:
| No | Kabupaten/Kota | Harga (Rp/kg) |
|---|---|---|
| 1 | Langkat | 3.015 |
| 2 | Deli Serdang | 3.050 |
| 3 | Serdang Bedagai | 3.430 |
| 4 | Simalungun | 3.160 |
| 5 | Batubara | 3.150 |
| 6 | Asahan | 3.080 |
| 7 | Labuhanbatu Utara | 3.200 |
| 8 | Labuhanbatu | 3.050 |
| 9 | Labuhanbatu Selatan | 3.180 |
| 10 | Padang Lawas Utara | 3.150 |
| 11 | Padang Lawas | 3.300 |
| 12 | Tapanuli Selatan | 3.150 |
| 13 | Tapanuli Tengah | 3.200 |
| 14 | Mandailing Natal | 3.315 |
| 15 | Pakpak Bharat | 3.100 |
Kenaikan paling signifikan tercatat di Kabupaten Serdang Bedagai dengan harga Rp 3.430/kg, sementara Kabupaten Langkat mencatat harga terendah Rp 3.015/kg. Secara keseluruhan, perbandingan dengan pekan sebelumnya menunjukkan peningkatan dari Rp 3.315/kg menjadi Rp 3.430/kg secara rata‑rata.
Para petani mengaku lega karena harga kini berada di atas Rp 3.000/kg, yang mereka harapkan dapat bertahan atau bahkan naik di pekan‑pekan berikutnya. “Pekan ini harganya di seluruh daerah penghasil sudah naik ke atas Rp 3.000 per kilogram; diharapkan harga TBS kelapa sawit bisa bertahan di atas Rp 3.000/kg pada pekan mendatang,” kata Maruli Sitanggang, 45 tahun, petani kelapa sawit di Deli Serdang.
Kenaikan harga TBS memberikan dampak positif bagi pendapatan petani dan dapat memperkuat perekonomian daerah agraris di Sumatera Utara, sekaligus menambah kepercayaan pada pasar domestik yang masih menuntut pasokan kelapa sawit berkualitas.












