PSPK – 18 April 2026 | Harga tanda buah segar (TBS) kelapa sawit di Sumatra Utara kembali naik pada pekan ini, mencapai Rp 3.445 per kilogram, lebih tinggi dibandingkan pekan sebelumnya yang berada di Rp 3.430/kg.
Naiknya harga tercatat merata di semua 15 kabupaten penghasil sawit, dengan Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) mencatat harga tertinggi, sementara Kabupaten Langkat berada di posisi terendah.
| No | Kabupaten | Harga (Rp/kg) |
|---|---|---|
| 1 | Langkat | 3.035 |
| 2 | Deli Serdang | 3.050 |
| 3 | Serdang Bedagai | 3.445 |
| 4 | Simalungun | 3.150 |
| 5 | Batubara | 3.160 |
| 6 | Asahan | 3.070 |
| 7 | Labuhanbatu Utara | 3.200 |
| 8 | Labuhanbatu | 3.070 |
| 9 | Labuhanbatu Selatan | 3.180 |
| 10 | Padanglawas Utara | 3.150 |
| 11 | Padanglawas | 3.380 |
| 12 | Tapanuli Selatan | 3.150 |
| 13 | Tapanuli Tengah | 3.200 |
| 14 | Mandailing Natal | 3.315 |
| 15 | Pakpak Bharat | 3.100 |
Rata‑rata harga TBS di seluruh daerah berada dalam kisaran Rp 3.150‑Rp 3.445 per kilogram, menandakan kenaikan yang konsisten dibanding pekan lalu yang berkisar Rp 3.150‑Rp 3.430/kg.
Petani di Kabupaten Batubara, Anwar (54 tahun), menyatakan kepuasannya atas tren kenaikan ini. “Kami berharap harga TBS terus naik, minimal tetap pada level pekan ini atau lebih tinggi minggu depan,” ujarnya.
Jika tren ini berlanjut, pendapatan petani sawit di Sumatra Utara berpotensi meningkat, sekaligus memberi dampak positif pada pasar domestik dan ekspor kelapa sawit.












