PSPK – 01 April 2026 | Jakarta, 31 Maret 2026 – Dalam acara pengukuhan Pengurus Dewan Pimpinan Nasional Gabungan Pengusaha Merah Putih (DPN Gapempi) periode 2026‑2031, Ketua Dewan Penasihat Gerakan Penerus Perjuangan Merah Putih (GPPMP), Theo Sambuaga, menekankan pentingnya sikap optimis dan adaptif bagi pelaku usaha lokal di tengah gejolak ekonomi global yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah.
- Mengadopsi teknologi yang lebih hemat energi.
- Menggunakan transportasi umum seperti kereta untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.
- Menerapkan sistem kerja fleksibel atau work‑from‑anywhere (WFA) serta layanan daring.
Selain itu, diversifikasi produk menjadi strategi penting. Contohnya, pelaku usaha kuliner disarankan memperluas variasi menu dengan mengurangi penggunaan gas atau minyak nabati dalam proses pengolahan.
Ketua Umum GAPEMPI, Minarni Panggabean, menambahkan bahwa seluruh pengurus dan anggota harus bersatu serta berkolaborasi dengan UMKM untuk meningkatkan daya saing di era teknologi yang terus berkembang. Ia menekankan perlunya inovasi berkelanjutan agar produk dalam negeri dapat bersaing dengan masuknya investasi asing.
Minarni juga menyampaikan harapannya agar GAPEMPI terlibat aktif dalam program pemerintah yang mendukung usaha pedesaan melalui Koperasi Desa (KOPDES). Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas dampak positif bagi pelaku usaha di wilayah rural.
Secara keseluruhan, para pemimpin menegaskan bahwa tantangan yang ditimbulkan oleh situasi geopolitik tidak mudah diatasi, namun dengan inovasi, efisiensi, dan kerja sama lintas sektor, pelaku usaha Indonesia dapat tetap tumbuh dan berkontribusi pada pemulihan ekonomi nasional.












