Project Seru Penuh Kejutan

PBB Gagal Sahkan Resolusi Membuka Selat Hormuz

April 9, 2026 • 0 Views
PBB Gagal Sahkan Resolusi Membuka Selat Hormuz
PBB Gagal Sahkan Resolusi Membuka Selat Hormuz

PSPK – 09 April 2026 | Pada Selasa, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) gagal mengesahkan resolusi yang bertujuan mengkoordinasikan upaya perlindungan pelayaran komersial di Selat Hormuz. Meskipun 11 dari 15 anggota Dewan memberikan suara dukungan, dua anggota tetap, China dan Rusia, menggunakan hak veto mereka, sedangkan dua anggota lainnya abstain.

Resolusi tersebut diajukan oleh Bahrain setelah Iran menutup sebagian selat, yang sebelumnya menjadi jalur transit sekitar satu per lima minyak dan gas alam cair dunia. Penutupan tersebut memicu kenaikan harga minyak, terutama setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu.

Amerika Serikat menanggapi veto tersebut dengan keras. Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, menyebut keputusan China dan Rusia sebagai “titik terendah baru” dan menuduh kedua negara itu berpihak pada rezim Iran yang mengintimidasi negara-negara Teluk. Waltz menegaskan bahwa Iran dapat membuka kembali selat jika menginginkan perdamaian, dan menyerukan negara-negara bertanggung jawab untuk bergabung dengan AS dalam mengamankan jalur perdagangan serta memastikan bantuan kemanusiaan dapat mengalir.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengancam bahwa “seluruh peradaban akan mati malam ini” jika Iran tidak membuka selat. Ancaman tersebut menambah ketegangan politik internasional di tengah konflik yang telah berlangsung lebih dari lima minggu.

China dan Rusia memberi alasan bahwa resolusi itu bersifat bias terhadap Iran. Fu Cong, utusan China untuk PBB, menilai bahwa mengadopsi teks tersebut ketika AS mengancam peradaban akan mengirimkan pesan yang keliru. Vasily Nebenzya, duta Besar Rusia untuk PBB, menambahkan bahwa kedua negara sedang menyiapkan resolusi alternatif yang lebih seimbang, mencakup keamanan maritim di kawasan Timur Tengah secara umum.

Perancis mengekspresikan kekecewaannya atas penggunaan hak veto, mengingat tujuan resolusi adalah mendorong tindakan defensif yang ketat untuk menjamin keamanan selat tanpa memicu eskalasi. Menteri Luar Negeri Bahrain, Abdullatif bin Rashid Al Zayani, menyatakan bahwa rancangan resolusi belum diadopsi karena adanya suara negatif dari anggota tetap.

  • Jumlah suara mendukung: 11
  • Anggota yang menggunakan veto: China, Rusia
  • Anggota yang abstain: 2 negara (tidak disebutkan secara spesifik)
  • Isu utama: Penutupan Selat Hormuz, kenaikan harga minyak, ancaman keamanan global

Selain menyoroti dampak ekonomi, pernyataan dari duta besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, memuji langkah China dan Rusia yang dianggap mencegah penyalahgunaan Dewan Keamanan untuk melegitimasi agresi. Ia menambahkan bahwa utusan khusus Sekretaris Jenderal PBB sedang dalam perjalanan ke Teheran untuk melakukan konsultasi, meskipun rencananya bergantung pada kondisi keamanan dan logistik.

Dengan kegagalan resolusi tersebut, ketidakpastian mengenai status Selat Hormuz tetap tinggi, menambah beban bagi perdagangan internasional dan upaya diplomatik yang sedang berlangsung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *