Project Seru Penuh Kejutan

Lalu Lintas Pengiriman di Selat Hormuz Masih Terhenti Meski Gencatan Senjata

April 10, 2026 • 0 Views
Lalu Lintas Pengiriman di Selat Hormuz Masih Terhenti Meski Gencatan Senjata
Lalu Lintas Pengiriman di Selat Hormuz Masih Terhenti Meski Gencatan Senjata

PSPK – 10 April 2026 | Selat Hormuz, jalur strategis yang mengalirkan sekitar satu per lima minyak dan LNG dunia, masih hampir tidak beroperasi meski pihak Amerika Serikat dan Iran telah menandatangani gencatan senjata selama dua minggu. Data pelacakan kapal dari Kpler, Lloyd’s List Intelligence, dan Signal Ocean menunjukkan bahwa hanya satu kapal tanker produk minyak dan lima kapal kargo curah kering yang berhasil melintasi selat dalam 24 jam terakhir.

Sejak permulaan konflik pada 28 Februari, volume lalu lintas kapal menurun drastis. Sebelum konflik, rata-rata terdapat sekitar 140 kapal yang melintas setiap hari. Kini, pergerakan kapal terbatas pada beberapa unit saja, menandakan hampir terhentinya aktivitas maritim di wilayah tersebut.

Periode Kapal per hari
Pra-28 Feb 2024 ≈140
Setelah konflik (April 2026) ≈6 (1 tanker + 5 dry bulk dalam 24 jam)

Penurunan ini berdampak signifikan pada pasar energi global, memicu lonjakan harga minyak Brent melampaui $100 per barel setelah serangan udara AS‑Israel terhadap Iran. Di sisi lain, krisis ini memberikan keuntungan tak terduga bagi Rusia, yang kini mencatat peningkatan pendapatan pajak minyak menjadi sekitar $9 miliar pada bulan April.

  • Pendapatan pajak minyak Rusia naik dari 327 miliar rubel pada Maret menjadi 700 miliar rubel pada April.
  • Harga minyak mentah Urals mencapai $77 per barel pada Maret, tertinggi sejak Oktober 2023.
  • Kenaikan pendapatan mencapai 10 % dibandingkan April tahun lalu, meski negara tersebut masih mencatat defisit anggaran sebesar 4,58 triliun rubel pada kuartal pertama 2026.

Keuntungan Rusia tergantung pada durasi krisis Iran; semakin lama konflik berlanjut, semakin besar potensi pendapatan tambahan dari pajak minyak. Namun, faktor‑faktor lain seperti serangan drone Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia dan tekanan ekonomi domestik dapat membatasi manfaat jangka panjang.

Dengan gencatan senjata yang belum menghasilkan peningkatan signifikan dalam lalu lintas maritim, para pelaku industri energi masih menantikan langkah diplomatik lebih lanjut untuk mengembalikan stabilitas di Selat Hormuz.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *