PSPK – 19 April 2026 | Seoul – Pada Minggu, 19 April 2024, Korea Utara meluncurkan rudal balistik ke arah laut dari dekat kota Sinpo, menandai peluncuran keempat bulan ini dan ketujuh tahun ini.
Rudal tersebut ditembakkan sekitar pukul 06:10 waktu setempat (21:10 GMT) dan menempuh jarak kira‑kira 140 kilometer sebelum jatuh di perairan dekat pantai timur Semenanjung Korea. Pemerintah Jepang menyatakan bahwa tidak ada pelanggaran zona ekonomi eksklusifnya.
Pemerintah Korea Selatan mengadakan rapat darurat keamanan, menyebut peluncuran itu sebagai provokasi yang melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB. Badan Energi Atom Internasional (IAEA) juga menyerukan agar Pyongyang menghentikan tindakan provokatif.
Para pengamat menilai bahwa peluncuran ini dipengaruhi oleh ketegangan perang antara AS‑Israel dan Iran. Dengan konflik yang semakin memanas, Pyongyang tampaknya ingin menegaskan kemampuan pertahanan diri dan meningkatkan posisi tawar sebelum kemungkinan pertemuan dengan Amerika Serikat dan Korea Selatan.
Jenis rudal yang digunakan belum diungkapkan. Sinpo memiliki fasilitas untuk meluncurkan rudal balistik dari kapal selam; peluncuran terakhir dari kapal selam terjadi pada Mei 2022 dengan jarak 600 kilometer.
IAEA mencatat bahwa Korea Utara telah membuat kemajuan “sangat serius” dalam produksi senjata nuklir, termasuk kemungkinan penambahan fasilitas pengayaan uranium baru. Pada akhir Maret, pemimpin Korea Utara menegaskan status negara sebagai kekuatan nuklir dan menekankan pentingnya penangkal nuklir sebagai bagian dari keamanan nasional.
- Rudal balistik diluncurkan pada 19 April, jarak 140 km.
- Peluncuran dianggap provokasi dan melanggar resolusi PBB.
- Konflik Iran‑AS‑Israel menjadi latar belakang geopolitik.
- Pyongyang menyiapkan diri untuk dialog potensial dengan AS dan Korea Selatan.










